Beberapa member JKT48 menjadi korban penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menyalahgunakan foto mereka. Foto-foto tersebut diedit dan dibuat dalam bentuk yang mengandung unsur pornografi.
Insiden ini memicu keresahan, terutama dari Freya Jayawardana, Kapten JKT48, yang mengecam keras tindakan tersebut. Ia mengimbau publik untuk tidak memanfaatkan kecanggihan AI untuk hal-hal negatif dan berharap masyarakat bisa berpikir lebih kritis daripada teknologi tersebut.
Respon Manajemen JKT48 terhadap Penyalahgunaan AI
Manajemen JKT48 segera memberikan pernyataan tegas menyikapi kasus ini. Mereka menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan, kehormatan, dan kenyamanan seluruh member dalam beraktivitas.
Melalui akun resmi di X, manajemen menyebut telah menerima laporan terkait penyalahgunaan teknologi AI yang menimpa beberapa member. Konten yang beredar berpotensi melanggar hukum terkait pencemaran nama baik dan penghinaan sesuai peraturan yang berlaku.
Langkah Penanggulangan oleh Manajemen
Manajemen menjelaskan bahwa kejadian ini menimbulkan berbagai kerugian signifikan bagi para member. Sebagai tindakan preventif, mereka mengeluarkan peringatan terbuka kepada pihak-pihak yang terlibat penyebaran konten palsu tersebut.
Mereka meminta agar konten yang telah dibuat segera dihapus secara permanen dan menghentikan segala tindakan serupa. Jika dalam waktu dua hari setelah pengumuman konten masih tersebar, manajemen akan menempuh jalur hukum.
Manajemen juga mendukung penuh para member yang menjadi korban untuk mengambil langkah hukum demi melindungi hak dan nama baik mereka. Tim Operasi JKT48 siap memfasilitasi bantuan hukum serta pendampingan selama proses penanganan hukum berlangsung.
Pentingnya Kesadaran Penggunaan AI
Kasus ini menunjukkan tantangan penggunaan teknologi AI yang berkembang pesat. Meski AI membawa kemudahan besar, penyalahgunaannya dapat merugikan individu secara serius.
Publik diimbau agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi agar tidak menimbulkan dampak negatif pada pihak lain, terutama figur publik seperti member JKT48.
Manajemen JKT48 terus memantau perkembangan kasus ini dan berkomitmen melindungi seluruh anggotanya dari berbagai bentuk penyalahgunaan di dunia digital. Upaya hukum pun menjadi jalan utama untuk menegakkan keadilan bagi korban.
Baca selengkapnya di: www.suara.com