Dina Lorenza menegaskan bahwa pesantren memiliki peran krusial dalam mencetak pemimpin yang berlandaskan nilai-nilai agama Islam. Ia menilai bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan biasa, tetapi fondasi utama dalam membentuk karakter santri sebagai calon pemimpin bangsa.
Menurut Dina, pesantren mengajarkan pendidikan moral dan nilai toleransi yang penting dalam membangun karakter pemimpin agamis. Pesantren juga menanamkan pemahaman kebangsaan kepada santri melalui penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar persatuan negara Indonesia.
Ia berharap sosialisasi wawasan kebangsaan di pesantren dapat mempersiapkan santri menjadi pemimpin yang tidak hanya religius tetapi juga nasionalis. “Kami berharap para santri mendapatkan pelajaran yang kuat tentang wawasan kebangsaan sehingga mampu memimpin dengan karakter yang berintegritas,” ujarnya.
Selain itu, Dina Lorenza mengajak generasi muda, terutama para santri, untuk lebih aktif dan kritis dalam mengikuti dinamika politik. Ia mengingatkan agar anak muda tidak mudah terpengaruh oleh pencitraan atau popularitas semu di media sosial.
Menurutnya, generasi muda harus memiliki kekuatan moral dan intelektual dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bersama. Anak muda diharapkan mampu menjadi garda depan demokrasi yang sehat dan berkelanjutan.
Pendidikan di pesantren juga menjadi medium penting dalam menanamkan nilai-nilai luhur berbangsa dan bernegara. Pesantren secara strategis membantu memperkuat integritas dan karakter kepemimpinan yang berlandaskan nilai Islam.
Berikut poin penting yang disampaikan Dina Lorenza mengenai peran pesantren dalam mencetak pemimpin agamis:
1. Pesantren sebagai pondasi pembentukan karakter pemimpin bangsa.
2. Pendidikan moral dan toleransi sebagai inti kurikulum pesantren.
3. Penanaman wawasan kebangsaan dan pemahaman Pancasila.
4. Mendorong santri untuk siap menjadi pemimpin nasionalis.
5. Mengajak generasi muda aktif dan kritis dalam berpolitik.
6. Pentingnya kekuatan moral dan intelektual dalam memperjuangkan keadilan.
Dengan peran strategis tersebut, pesantren diharapkan terus menjadi pusat pendidikan yang tidak hanya mencetak ilmuwan agama tetapi juga pemimpin bangsa yang mampu membawa kemajuan Indonesia berdasarkan nilai-nilai agama dan kebangsaan. Hal ini sejalan dengan agenda pembangunan karakter pemimpin masa depan yang inklusif dan berintegritas.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com