Ustaz Hilmi Firdausi memberikan pandangan menarik terkait penyerangan terhadap Pandji Pragiwaksono usai tayangan stand up comedy berjudul "Mens Rea" yang tayang di Netflix. Ia menilai serangan tersebut kurang bijak dan sebaiknya direspons dengan cara yang lebih konstruktif dan kreatif.
Menurut Ustaz Hilmi, alih-alih menyerang dan membully Pandji, para pengkritik hendaknya membuat acara stand up comedy serupa sebagai bentuk bantahan. Pendakwah ini mengajak para penyerang untuk membuktikan kemampuan mereka dalam menggelar pertunjukan komedi yang mampu menyedot perhatian masyarakat.
Kritik dalam Stand Up Comedy Mens Rea
Dalam "Mens Rea", Pandji memang melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kritikan ini memicu reaksi beragam, dimana tidak sedikit yang menilai ucapan Pandji melewati batas kritik menjadi penghinaan.
Berbeda dengan sebagian penonton yang menyikapi dengan saling serang, Ustaz Hilmi menilai serangan yang dilayangkan adalah respons negatif yang tidak membawa manfaat. Ia curiga bahwa sebagian penyerang merupakan pendukung pasangan calon nomor urut 02 dalam pilpres sebelumnya, yang kini dikritik dalam tayangan tersebut.
Saran Ustaz Hilmi: Balas dengan Stand Up yang Setara
Ustaz Hilmi menyatakan bahwa stand up comedy idealnya dibalas dengan stand up comedy juga. Ia menantang para penyerang Pandji untuk membuat pertunjukan komedi dengan tema serupa dan melihat apakah karya mereka mampu menarik perhatian serta mendapatkan animo penonton yang sama atau lebih baik.
Ia menjelaskan bahwa jika pertunjukan tersebut sukses dan mendapatkan respons positif, maka masyarakat dapat menilai sendiri nilai dan kualitas masing-masing karya komika. Pendekatan ini dianggap lebih elegan dan sehat dalam menyikapi perbedaan pendapat di ranah publik.
Profil Singkat Ustaz Hilmi Firdausi
Ustaz Hilmi merupakan seorang pendakwah, penulis, dan pengusaha yang aktif di media sosial seperti X (Twitter) dan Instagram. Ia dikenal luas dengan gaya penyampaian yang kekinian namun tetap berpegang pada prinsip agama. Lahir di Nganjuk, ia memiliki latar belakang akademik yang kuat dengan gelar Dr. H. M. Hilmi Firdausi, S.E., Ak., M.Sc.
Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Baitul Qur’an Assa’adah, Ustaz Hilmi menekankan pentingnya riset dan data sebelum memberikan pendapat. Ia juga kerap tampil di berbagai program dakwah di televisi dan lunak dalam memberikan komentar soal isu sosial dan politik.
Dinamika Komedi dan Kritik di Era Digital
Kasus yang melibatkan Pandji dan tayangan Mens Rea ini menggambarkan bagaimana stand up comedy kini tidak hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga medium kritik sosial dan politik. Respons berlebihan dari beberapa pihak menunjukkan sensitivitas yang tinggi terhadap kritik terhadap figur publik, terutama yang berasal dari lingkaran kekuasaan.
Usulan Ustaz Hilmi agar penyerang membuat acara stand up serupa dapat menjadi pelajaran dalam menghargai ruang kritik dan membuka dialog yang lebih sehat. Ini juga menandakan bahwa seni dan budaya populer harus dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang mendorong keterbukaan dan pluralitas pendapat.
Dengan pendekatan balasan berupa karya komedi, masyarakat bisa melihat sendiri kualitas argumen dan kreatifitas yang disuguhkan. Cara ini dinilai lebih bermartabat ketimbang saling menyerang di media sosial yang sering kali berujung pada polarisasi dan kontroversi tanpa solusi.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




