Ibrahim Risyad menyatakan tidak ingin istrinya, Salshabilla Adriani, hanya menjadi ibu rumah tangga tanpa aktivitas produktif. Ia merasa tidak kuat jika Salshabilla berhenti bekerja sepenuhnya setelah menikah.
Menurut Ibrahim, membiarkan Salshabilla hanya diam di rumah kurang masuk akal bagi dirinya. Meski ia menghargai keinginan sang istri, ia tetap berharap Salshabilla memiliki kesibukan tersendiri yang menghasilkan sesuatu.
Ibrahim menilai pekerjaan rumah tangga bisa diurus oleh asisten rumah tangga sehingga fokus Salshabilla tidak hanya di rumah. “Dia ngurus rumah kan bisa diurus sama Mbak sebenarnya,” ujar Ibrahim, mengungkapkan pendapatnya terkait pembagian peran.
Sebagai suami, Ibrahim memandang penting istrinya berusaha sendiri untuk mendapatkan sesuatu. Ia tidak ingin Salshabilla bergantung penuh kepadanya, melainkan mencari cara mandiri demi kebaikan bersama.
Sebelum menikah, Ibrahim dan Salshabilla telah membuat kesepakatan agar keduanya tetap beraktivitas secara produktif. “Kita harus sama-sama produktif, entah itu di bidang masing-masing,” kata Ibrahim.
Ia memberi contoh jika Salshabilla tidak sedang syuting, ia tetap menjalankan bisnis atau kegiatan lain yang mendatangkan manfaat. Hal ini dianggap sebagai bentuk produktivitas yang positif dan ideal.
Visi dan misi produktif yang selaras menjadi alasan kuat Ibrahim memilih Salshabilla sebagai pasangan hidup. “Dia mengiyakan itu, jadi kita sama-sama harus produktif,” tambahnya.
Pengalaman setelah menikah juga menguatkan tekad Ibrahim. Ketika Salshabilla sempat libur syuting selama tiga bulan, kondisi tersebut membuatnya merasa bosan dan tidak nyaman di rumah.
Ibrahim menceritakan, “Dia uring-uringan di rumah dan jadi bete.” Kejadian ini menegaskan pentingnya istri memiliki aktivitas agar kesehatan mental dan keharmonisan rumah tangga terjaga.
Salshabilla Adriani adalah aktris ternama yang telah membintangi banyak film dan serial populer. Salah satu karya terbarunya adalah film “Tebaran Hati” yang dirilis pada 2025.
Pasangan ini menikah pada 7 Juli 2024 dalam prosesi adat Sunda di Jakarta, kemudian menggelar resepsi di Bali pada 20 Juli 2024. Kesepakatan bersama menunjang keharmonisan dan produktivitas dalam rumah tangga mereka.
Dengan komitmen untuk tetap produktif, Ibrahim dan Salshabilla berusaha menjalani kehidupan berumah tangga yang seimbang dan bermakna. Hal ini menjadi cerminan sikap modern dan realistis dalam membangun keluarga.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id




