Sekuel film horor ikonik 28 Years Later akan kembali menguji batas kemanusiaan lewat judul barunya, 28 Years Later: The Bone Temple. Film ini dijadwalkan rilis pada 16 Januari 2026 dan menjanjikan babak baru dalam semesta pascawabah dengan pendekatan lebih gelap dan penuh nuansa psikologis.
Fokus Cerita dan Karakter Baru
The Bone Temple mengangkat kisah Spike, bocah 12 tahun yang hidup bersama ayahnya, Jamie, di wilayah aman bernama Holy Island. Untuk pertama kalinya, mereka meninggalkan zona perlindungan dan melakukan perjalanan ke daratan yang penuh bahaya. Perjalanan ini menjadi titik balik bagi Spike dalam menyaksikan keganasan dunia luar yang jauh berbeda dari apa yang selama ini ia kenal.
Ancaman Baru yang Meningkat
Dalam perjalanan, Spike mendengar kabar tentang Alpha, varian virus yang berevolusi menjadi lebih mematikan. Selain itu, sosok Dr. Kelson muncul sebagai penyintas misterius yang diyakini mampu menyembuhkan kondisi ibunya, Isla, yang tengah sakit parah. Konflik batin dan ketegangan muncul akibat hubungan rumit antara Spike, Dr. Kelson, dan ancaman kultus Sir Jimmy Crystal.
Pendekatan Kreatif Sutradara Nia DaCosta
Nia DaCosta, sutradara yang menggarap film ini, menyebut proses pembuatan 28 Years Later: The Bone Temple sebagai pengalaman terbaik dalam kariernya. Ia mendapat kepercayaan dan kebebasan kreatif dari Danny Boyle dan Alex Garland, pencipta franchise ini, sehingga dapat menghadirkan perspektif baru tanpa kehilangan esensi cerita awal. DaCosta juga mengakui kesulitan teknis selama produksi, termasuk jadwal syuting yang berdekatan dengan Danny Boyle.
Respons Kritik dan Prediksi Masa Depan
Gala screening awal menunjukkan sambutan positif baik dari kritikus maupun penonton. Banyak yang menilai sekuel ini layak dan berhasil memperluas dunia 28 Years Later sekaligus menjadi jembatan menuju trilogi lanjutan. Para pengamat bahkan memprediksi film ini akan menjadi fenomena horor utama di awal 2026, berkat kekuatan waralaba dan cerita yang menempatkan dilema kemanusiaan sebagai fokus utama.
Apa yang Bisa Diharapkan Penonton?
The Bone Temple bukan hanya menawarkan kengerian melalui infeksi virus, tetapi juga mengangkat konflik dan kebrutalan manusia yang semakin merajalela. Film ini dipersiapkan untuk memberikan ketegangan psikologis dan dilema moral di tengah dunia yang semakin kacau. Bagi pencinta genre horor dan pengikut cerita 28 Days Later, film ini menjadi tontonan penting yang layak ditunggu.
Secara keseluruhan, sekuel ini menjanjikan perkembangan baru yang memadukan horor intens dan drama kemanusiaan. Dengan kehadiran karakter baru dan ancaman virus varian Alpha yang lebih mematikan, 28 Years Later: The Bone Temple diharapkan mampu memperkokoh posisinya dalam deretan film horor berkualitas dan membawa semesta ini ke level yang lebih dalam dan gelap.
Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com




