Dua berita besar dari dunia digital dan hiburan menyita perhatian publik akhir pekan ini. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah tegas dengan memblokir sementara akses fitur artificial intelligence (AI) Grok di platform X. Sementara itu, penyanyi terkenal Britney Spears mengumumkan keputusan mengejutkan untuk tidak lagi menggelar konser di Amerika Serikat.
Pemutusan Akses Grok AI oleh Komdigi
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan tindakan pemblokiran terhadap Grok AI merupakan langkah preventif. Tujuannya ialah melindungi warga masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak, dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan oleh teknologi AI. Pemerintah telah menemukan indikasi penyalahgunaan teknologi deepfake seksual non-konsensual yang merugikan hak asasi manusia serta martabat warga negara di ruang digital. Komdigi juga telah memanggil manajemen platform X untuk memberikan penjelasan terkait sistem keamanan yang diterapkan pada fitur Grok.
Menurut Meutya, “Demi melindungi perempuan, anak, dan masyarakat dari risiko konten pornografi palsu berbasis AI, pemutusan akses sementara terhadap Grok perlu dilakukan.” Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mencegah penyebaran konten berbahaya yang sangat merugikan kelompok rentan.
Keputusan Britney Spears Mengakhiri Konser di Amerika Serikat
Di sisi lain, publik dunia hiburan dikejutkan dengan pengumuman Britney Spears. Penyanyi berusia 44 tahun ini menyatakan secara tegas tidak akan menggelar pertunjukan musik lagi di Amerika Serikat. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Britney menyebut alasan keputusannya sangat sensitif dan pribadi.
Meski menutup pintu di tanah kelahirannya, Britney memberi indikasi masih membuka kemungkinan tampil di luar negeri. Khususnya di Inggris dan Australia dengan acara yang lebih intim dan sederhana. Ia berharap suatu hari bisa tampil bersama putranya, dengan suasana yang lebih tenang dan penuh makna. Penggemar terakhir kali menyaksikan Britney di panggung AS pada Oktober 2018 di Austin, Texas. Sejak akhir masa konservatori pada 2021, Spears lebih fokus pada kesehatan mental dan berbagi momen penyembuhan lewat tarian di media sosial.
Dampak dan Implikasi dari Kedua Berita
Pemblokiran Grok AI menandai langkah pemerintah untuk mengendalikan dampak negatif kemajuan teknologi. Penggunaan AI memang sangat potensial, namun juga bisa dimanfaatkan untuk melanggar hak asasi dan menyebarkan konten berbahaya. Komdigi menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ekosistem digital yang aman.
Sementara itu, keputusan Britney Spears mengakhiri karier konser di AS menimbulkan spekulasi sekaligus simpati dari publik internasional. Keputusan ini menggarisbawahi tekanan psikologis yang dialami artis hebat tersebut serta pilihan menjaga kesehatan mental. Para penggemar di luar AS kini menantikan kemungkinan penampilan yang lebih personal dan baru dari sang diva.
Fakta Penting yang Perlu Diketahui
- Pemerintah Indonesia menutup sementara akses Grok AI sejak Januari 2026 untuk mencegah penyebaran konten deepfake seksual.
- Komdigi sudah meminta klarifikasi kepada platform X tentang mekanisme keamanan fitur Grok AI.
- Britney Spears mengumumkan pensiun konser di AS melalui Instagram pada awal 2026.
- Spears masih berencana tampil di Inggris dan Australia dengan format konser yang lebih sederhana.
- Penyanyi ini fokus pada pemulihan kesehatan mental setelah berakhirnya masa konservatori pada tahun 2021.
Langkah pemerintah mengekang pemanfaatan teknologi AI yang berisiko dan keputusan pribadi Britney Spears untuk tidak lagi tampil di AS merupakan dua kisah yang mencerminkan tantangan di era digital dan hiburan modern. Kedua peristiwa ini diperkirakan akan terus memicu perbincangan mengenai keamanan digital serta kesejahteraan para pelaku hiburan dunia.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




