Yi Yeol menjadi salah satu karakter kunci yang memperlihatkan konflik batin tentang keadilan dalam serial To My Beloved Thief. Ia tumbuh dalam tatanan hukum yang kaku dan memiliki pandangan kuat bahwa keadilan hanya dapat terwujud lewat penerapan aturan secara tegas. Namun, setelah bertemu dengan realitas yang berbeda di luar lingkup istana serta sosok Hong Eun Jo, keyakinan Yi Yeol mulai teruji.
Penonton disuguhkan dilema bagaimana seorang yang dididik dalam sistem yang mapan harus menavigasi pergeseran prinsip ketika dihadapkan pada kenyataan yang kompleks. Lewat perjalanan batinnya, Yi Yeol menjelma menjadi potret manusia yang sungguh-sungguh bergulat dengan makna keadilan di dunia yang penuh ketidakpastian.
1. Ketika Hukum Malah Menjadi Alat Penindasan
Yi Yeol mulai menyadari sisi kelam dari sistem hukum yang selama ini ia agungkan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa hukum kerap menjadi alat untuk menjaga privilese elit, bukan menjaga martabat rakyat kecil. Ia dihadapkan pada perasaan bersalah, sebab selama ini telah membela sistem yang, ironisnya, justru melanggengkan ketidakadilan. “Kegelisahan itu tumbuh ketika ia sadar bahwa hukum yang seharusnya melindungi justru telah gagal melaksanakan fungsinya,” tulis sumber resmi KBS Drama. Kondisi ini membuat Yi Yeol menyangkal nilai-nilai yang selama ini ia pegang, menciptakan ambiguitas moral yang sulit dipecahkan.
2. Menangkap Gil Dong atau Membela Rakyat?
Sebagai wakil penegak hukum, sudah menjadi tugas Yi Yeol untuk memburu Hong Gil Dong. Meski demikian, ia mulai melihat alasan di balik perlawanan Gil Dong yang sebenarnya ingin membela kepentingan rakyat. Dalam beberapa adegan, Yi Yeol berkali-kali terlibat dalam pertarungan batin—apakah dirinya layak menangkap seseorang yang berjuang menegakkan rasa keadilan di masyarakat? Konflik ini memperlihatkan bahwa membela hukum secara buta terkadang berarti mengkhianati keadilan itu sendiri, sebagaimana yang diungkap dalam wawancara eksklusif bersama pemeran utama.
3. Bertarung antara Prinsip dan Empati
Dibesarkan dengan keteguhan prinsip logika, Yi Yeol sulit mengabaikan suara hatinya saat melihat penderitaan masyarakat. Tanpa disadari, ia menjadi semakin empati terhadap rakyat, terutama pada Eun Jo yang ia kenal secara personal. Dorongan empati ini sering kali bertabrakan dengan doktrin rasionalitas yang melekat pada dirinya. “Dalam setiap pilihan hukum, Yi Yeol dipaksa menekan sisi manusiawinya agar tidak larut dalam emosi,” tulis ulasan drama di HanCinema. Namun, ia pun sadar, menekan empati terlalu dalam membuat dirinya jauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung.
4. Takut Kehilangan Identitas Diri
Kecamuk batin selanjutnya adalah ancaman kehilangan jati diri. Putra tunggal keluarga terpandang ini selalu berpegang pada narasi bahwa dirinya adalah penegak hukum sejati. Namun ketika realitas meruntuhkan batas antara keadilan dan legalitas, Yi Yeol mulai mempertanyakan siapa dia sebenarnya. Dengan penuh keraguan, ia merasakan hidupnya seperti kehilangan makna, sebab semua yang selama ini ia percaya perlahan goyah di hadapan kenyataan pahit.
5. Setia pada Sistem atau Merubahnya?
Konflik terakhir dan terbesar muncul saat Yi Yeol dihadapkan pada dilema merubah sistem dari dalam atau terus menjadi bagian dari sistem lama. Ia sadar, perubahan tidak membawa hasil instan. Namun, membiarkan ketidakadilan tetap berjalan sama menyakitkannya. Setiap keputusan yang diambil mengandung risiko besar: kehilangan prinsip, kedamaian batin, atau bahkan orang-orang yang dicintai. Berdasarkan data episode terbaru, pilihan Yi Yeol sering kali berujung pada konsekuensi tak terduga yang memperdalam kegelisahan moralnya.
Berikut lima konflik batin utama Yi Yeol yang menjadi sorotan di To My Beloved Thief:
- Menghadapi kenyataan sistem hukum yang menindas rakyat.
- Dilema antara tugas memburu Gil Dong dan motif keadilan di balik aksinya.
- Benturan antara prinsip rasional dan rasa empati pada sesama.
- Takut kehilangan identitas akibat perubahan nilai dan keyakinan.
- Pilihan untuk merubah sistem secara perlahan atau tetap setia pada aturan lama.
Kelima konflik ini menghadirkan kedalaman karakter, membuat penonton ikut bergulat dengan pertanyaan: mana yang lebih penting, keadilan atau hukum? Penokohan Yi Yeol membuktikan bahwa keadilan bukan soal benar dan salah dalam hitam putih, melainkan perjalanan bertanya dan berani meragukan aturan demi kemanusiaan. Serial To My Beloved Thief melalui Yi Yeol membingkai isu klasik keadilan dengan perspektif yang aktual dan menyentuh, memperlihatkan bahwa kegelisahan batin bisa menjadi awal dari perubahan sosial yang bermakna.





