Lirik dan Arti Lagu Daerah Ampar Ampar Pisang yang Penuh Makna Tradisional

Lagu tradisional “Ampar Ampar Pisang” berasal dari Kalimantan Selatan dan diciptakan oleh seorang budayawan Banjar. Lagu ini pertama kali digunakan sebagai nyanyian saat mengolah pisang menjadi makanan khas daerah tersebut.

Seiring waktu, lagu dengan irama ceria ini berubah fungsi menjadi lagu pengiring permainan anak-anak. Kini, “Ampar Ampar Pisang” sering dibawakan dalam berbagai acara budaya dan kegiatan sekolah untuk memperkenalkan warisan musik lokal kepada generasi muda.

Makna Lagu “Ampar Ampar Pisang”

Lagu ini tidak hanya sekadar hiburan karena menyimpan pesan mendalam tentang kehidupan dan kebersamaan. Proses penyusunan dan pematangan pisang yang diceritakan dalam lirik melambangkan pentingnya kesabaran dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, lirik lagu mengandung peringatan bahwa kesalahan dan keburukan akan tampak pada waktunya. Lagu ini juga mengajarkan nilai sikap saling menghormati, kebaikan, dan menjaga keharmonisan hubungan dengan lingkungan sosial.

Lirik dan Arti Lagu “Ampar Ampar Pisang”

Berikut ini adalah lirik asli lagu sekaligus artinya yang menggambarkan proses pemasakan pisang dan pesan moral yang tersirat:

  1. Ampar-ampar pisang
  2. Pisangku belum masak

  3. Masak sabigi dihurung bari-bari
  4. Masak sabigi dihurung bari-bari

  5. Mangga lepak mangga lepok
  6. Patah kayu bengkok

  7. Bengkok dimakan api, apinya sangsurupan
  8. Bengkok dimakan api, apinya sangsurupan

  9. Nang mana batis kutung dikitip bidawang
  10. Nang mana batis kutung dikitip bidawang

Artinya:

  • Susun-susun pisang
  • Pisangku belum masak
  • Masak sebuah, dipenuhi bari-bari
  • Masak sebuah, dipenuhi bari-bari
  • Mangga lepak, mangga lepok (bunyi dahan atau kayu yang patah)
  • Patah kayu yang bengkok
  • Yang bengkok dilalap api, apinya hampir padam
  • Yang bengkok dilalap api, apinya hampir padam
  • Yang mana kaki buntung, dipotong bulus
  • Yang mana kaki buntung, dipotong bulus

Lirik ini mencerminkan sisi kehidupan yang harus dilalui dengan kesabaran dan ketekunan. Simbol api yang hampir padam mengingatkan tentang akibat dari tindakan buruk yang tersembunyi namun akan terungkap akhirnya.

Pentingnya lagu ini dalam budaya Banjar tidak hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga wahana edukasi nilai moral dan sosial. Oleh sebab itu, “Ampar Ampar Pisang” tetap dipertahankan keberadaannya hingga kini, sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya Indonesia yang wajib dilestarikan.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button