Curhatan Lama Lula Lahfah Viral, Ungkap Keluhan Penyakit dan Rasa Takut Meninggal

Curhatan lama Lula Lahfah kembali viral karena pengakuannya tentang penyakit yang dideritanya sejak 2020. Selama bertahun-tahun, selebgram berusia 26 tahun tersebut sering mengeluhkan berbagai masalah kesehatan yang membuatnya takut meninggal dunia.

Pada 8 Februari 2020, Lula membagikan pengalaman sesak napas yang membuatnya harus masuk rumah sakit. Awalnya gejala yang dirasakan seperti nyeri jantung sangat menyiksa, tetapi ternyata dokter mendiagnosisnya menderita asam lambung atau GERD. Lula sempat menulis di media sosial bahwa walaupun sakit, dirinya bersyukur jantungnya tetap sehat dan kuat.

Tahun berikutnya, tepatnya 2021, Lula kembali mengungkapkan kecemasannya. Ia mengaku kerap overthinking yang membuat penyakit GERD makin parah, sehingga muncul rasa takut akan kematian. Curhatan ini jadi bukti betapa kondisi mental dan fisiknya saling memengaruhi dan menimbulkan stres berat.

Di awal 2026, setelah dirawat di rumah sakit, Lula mengungkapkan bahwa penyakit yang dideritanya sudah mengalami komplikasi. Beberapa masalah kesehatan yang disebutnya adalah infeksi saluran kemih (ISK), radang usus bengkak, batu ginjal, dan GERD sekaligus. Kondisi ini membuktikan bahwa ia menghadapi beban penyakit kronis yang kompleks.

Selain itu, polisi menemukan berbagai obat-obatan dan surat keterangan rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah di apartemen Lula Lahfah. Hal ini memperkuat fakta bahwa selama ini ia berjuang melawan penyakitnya dengan perawatan medis rutin.

Kematian Lula yang terjadi pada 23 Januari 2026 mengejutkan banyak pihak. Ia ditemukan meninggal dunia di apartemennya, sempat beredar rumor terkait overdosis di media sosial. Namun, keluarga dan sahabat menegaskan bahwa penyebab kematiannya adalah henti jantung atau henti napas, bukan overdosis.

Keluarga juga menolak dilakukan otopsi lebih lanjut, sehingga penyidikan polisi tidak diteruskan. Sahabat dekat Lula pun meminta netizen untuk menghormati privasi dan tidak menyebarkan foto-foto jenazahnya. Mereka berharap publik bisa lebih empati dan memahami kondisi keluarga yang sedang berduka tanpa harus mencari tahu detail kematian.

Kasus ini mengingatkan bahwa penyakit fisik yang dialami seseorang juga bisa berdampak pada kondisi psikologisnya. Dukungan sosial dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental juga sangat diperlukan bagi pasien dengan keluhan kronis seperti yang dialami Lula Lahfah. Curhatan dan pengalaman panjang Lula mengungkapkan betapa beratnya perjuangan hidup di tengah penyakit yang diderita selama bertahun-tahun.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button