Dampak Kasus Kekerasan Seksual, Buku Mohan Hazian Resmi Ditarik dari Pasaran

Penerbit Shira Media mengambil langkah tegas dengan menghentikan kerja sama dengan Mohan Hazian menyusul kasus dugaan kekerasan seksual yang ramai diperbincangkan di media sosial. Keputusan ini mencakup penghentian semua aktivitas komersial, termasuk pencetakan ulang, distribusi, dan promosi buku-buku karya Mohan.

Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan pada 8 Februari 2026, Shira Media menyatakan akan menarik seluruh buku Mohan Hazian dari peredaran di berbagai mitra penjualan di Indonesia. Penerbit menegaskan tidak akan melanjutkan kerjasama penerbitan di masa mendatang sebagai bentuk sikap tegas terhadap kasus tersebut.

Shira Media juga menegaskan dukungannya terhadap korban dengan meminta agar proses investigasi berlangsung secara adil, transparan, dan berpihak pada korban. Pernyataan ini menunjukkan komitmen penerbit untuk menghormati hak korban dan mendukung penegakan keadilan.

Kasus ini bermula dari unggahan seorang perempuan bernama Saa pada 8 Februari 2026 yang menuduh Mohan Hazian melakukan pelecehan seksual. Saa menjelaskan tindakan tidak senonoh yang dialaminya secara rinci, yang kemudian memicu kemunculan korban lain termasuk seorang remaja berusia 17 tahun. Kontroversi ini mengundang perhatian luas dari publik dan media.

Mohan Hazian dikenal sebagai kreator dan pendiri lini busana Thanksinsomnia yang populer sejak 2016. Selain sebagai pengusaha fesyen, Mohan juga memiliki dua buku yang diterbitkan Shira Media, yakni Goresan Seorang Berandal dan Memulai Bisnis Kecil di Internet, keduanya dirilis pada tahun 2022.

Berikut ini rangkuman keputusan Penerbit Shira Media terkait kasus Mohan Hazian:

  1. Menghentikan seluruh aktivitas komersial terkait buku Mohan Hazian.
  2. Tidak melanjutkan pencetakan ulang dan distribusi buku.
  3. Menarik buku dari peredaran di mitra penjualan.
  4. Mendukung proses investigasi yang transparan dan berpihak pada korban.
  5. Menolak kerja sama penerbitan di masa mendatang dengan Mohan Hazian.

Penerbit menegaskan bahwa mereka tetap terbuka dan transparan dalam menyikapi masalah ini. Sikap tersebut diharapkan dapat menguatkan pemberdayaan korban sekaligus menjaga integritas industri penerbitan di Indonesia.

Kasus yang menyeret nama Mohan Hazian ini sekaligus menjadi peringatan penting bagi pelaku industri kreatif untuk selalu menjaga etika dan tanggung jawab sosial. Pihak terkait diharapkan terus melanjutkan proses hukum sesuai aturan yang berlaku untuk memastikan keadilan dan perlindungan kepada korban.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id
Exit mobile version