Kang Shin Jae, tokoh utama dalam drakor Honour, menghadapi tekanan besar dari ibunya, Seong Tae Im. Ia adalah pendiri firma hukum L&J yang fokus membela perempuan korban kejahatan. Namun, meskipun sudah mandiri secara profesi, ia masih berada di bawah kendali firma hukum ibunya, Haenil, penguasa pasar hukum terbesar di Korea Selatan.
Tekanan ini berasal dari ketergantungan finansial firma L&J pada Haenil. Seong Tae Im menggunakan posisi dan kekuasaannya untuk memaksa Shin Jae mengikuti kehendaknya. Berikut ini tujuh bentuk tekanan yang diterima Kang Shin Jae dari ibunya dalam Honour.
1. Aturan pakaian yang ketat meski sudah berusia 40-an
Shin Jae masih harus mengikuti aturan berpakaian yang ditetapkan oleh Seong Tae Im. Ibunya percaya bahwa penampilan putrinya harus mencerminkan statusnya, meski Shin Jae sudah berusia matang dan mandiri.
2. Standar berpakaian sesuai kelas sosial
Menurut Seong Tae Im, Shin Jae wajib menyesuaikan gaya berpakaian dengan standar kelas sosial firma Haenil. Hal ini memberatkan Shin Jae karena membatasi ekspresi pribadinya dalam berbusana.
3. Penolakan atas kasus kekerasan seksual yang dianggap remeh
Shin Jae didirikan L&J untuk menangani kasus kekerasan seksual kecil yang sering diabaikan. Namun, Tae Im menekan agar ia menghentikan fokus itu dan mengejar kasus yang lebih besar demi keuntungan.
4. Ancaman pengurangan anggaran 50%
Jika L&J terus mengalami kerugian dan banyak kalah dalam kasus, Tae Im mengancam akan memotong dana hingga separuh. Ini berdampak langsung pada kelangsungan operasional firma Shin Jae.
5. Paksaan untuk memimpin tim penasihat hukum CEO Baek Tae Ju
Seong Tae Im memaksa Shin Jae menjadi pemimpin satgas penasihat hukum untuk CEO Baek Tae Ju. Tugas ini berhubungan dengan tender kota pintar pemerintah yang strategis bagi Haenil, persis bertolak belakang dengan prinsip Shin Jae.
6. Ancaman penutupan firma hukum L&J
Jika Shin Jae menolak perintah ibunya, Tae Im bahkan mengancam akan memaksa menutup firma hukum yang baru dirintis tersebut. Hal ini menunjukkan kontrol penuh Tae Im terhadap masa depan karier putrinya.
7. Tekanan menikah dengan pria pilihan ibunya, berujung dua kali perceraian
Sebelum masalah firma hukum, Shin Jae menerima tekanan menikah dengan pria yang diatur oleh Tae Im. Dua kali pernikahan berakhir bercerai karena tekanan tersebut, menambah beban emosional Shin Jae.
Tekanan-tekanan tersebut membuat Shin Jae merasa kehilangan kebebasan dalam hidupnya. Meski sudah berusia 40-an, ia belum bisa sepenuhnya melepaskan bayang-bayang dominasi sang ibu. Kondisi ini menggambarkan dinamika keluarga yang rumit serta perjuangan individu untuk mempertahankan prinsip dan identitas diri.
Dalam kondisi seperti itu, tekad Shin Jae untuk memisahkan dan membuat firma hukum L&J mandiri menjadi sangat penting. Keinginannya ini menjadi ujian besar bagi hubungan ibu dan anak serta upayanya untuk tetap berpegang pada idealisme yang selama ini diyakininya.
Situasi yang dihadirkan dalam Honour sekaligus memberikan gambaran tentang konflik antara tradisi keluarga dan ambisi pribadi. Kisah ini juga menyingkap dampak tekanan keluarga terhadap profesionalitas dan kebebasan individu di dunia kerja, khususnya bagi perempuan dalam posisi berpengaruh.
Drama ini layak menjadi tontonan karena menggambarkan tekanan sosial dan keluarga yang realistis, serta bagaimana seseorang harus bertarung untuk hak dan prinsipnya. Tekanan dari sosok ibunya yang kuat menjadi pusat konflik utama yang membentuk karakter Kang Shin Jae sepanjang cerita.





