Foto viral yang memperlihatkan Lady Gaga sedang makan bersama Marina Abramovic dan sosok misterius menyeret nama penyanyi tersebut dalam rumor keterlibatan dengan Jeffrey Epstein. Foto itu muncul di media sosial awal Februari 2026 disertai klaim konsumsi daging manusia yang jelas-jelas tidak berdasar.
Menurut pemeriksaan fakta dari AFP pada 13 Februari 2026, foto tersebut berasal dari acara amal Watermill Center pada Juli 2013 di New York. Foto ini sama sekali tidak terkait dengan Jeffrey Epstein maupun kasus kejahatan seksual yang menjeratnya.
Asal Usul Foto dan Klarifikasi Faktual
Penelusuran melalui pencarian gambar terbalik Google mengungkap bahwa foto viral sudah dipublikasikan sejak November 2024. Foto asli menunjukkan Lady Gaga dan Marina Abramovic berada dalam acara seni yang sah, bukan adegan kriminal. Tidak ada dasar bukti yang menghubungkan foto tersebut dengan praktik kriminal Epstein.
Jeffrey Epstein dan Dokumen Penyidikan Terbaru AS
Pemerintah Amerika Serikat merilis jutaan dokumen yang mengusut jaringan luas Epstein. Dokumen ini menunjukkan keterkaitan Epstein dengan sejumlah tokoh masyarakat ternama, termasuk mantan presiden dan tokoh bisnis. Namun, kehadiran nama seorang individu dalam dokumen investigasi tidak otomatis menandakan keterlibatan kriminal.
Mitos dan Fakta Terkait Lady Gaga
Tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa Lady Gaga memiliki hubungan dekat dengan Jeffrey Epstein atau terlibat dalam kasus kriminal yang menjeratnya. Informasi yang beredar berupa foto dan narasi menyesatkan hanyalah produk hoaks yang berpotensi merusak reputasi.
Perhatian pada Penyebaran Informasi yang Tidak Akurat
Kasus ini menegaskan pentingnya verifikasi informasi sebelum mempercayai dan membagikan konten di media sosial. Foto atau narasi yang diambil di luar konteks dapat menyesatkan publik dan memicu kesalahpahaman besar.
Poin-Poin Penting Terkait Lady Gaga dan Epstein
- Foto viral berasal dari acara amal seni tahun 2013, bukan "Pulau Epstein."
- Tidak ada bukti keterkaitan Lady Gaga dalam kejahatan Epstein.
- Dokumen penyelidikan AS menyebut nama banyak tokoh, tidak berarti bersalah.
- Hoaks soal konsumsi daging manusia tidak berdasar dan telah dibantah.
Sebagai konsumen informasi, masyarakat disarankan untuk selalu memeriksa sumber dan konteks informasi sebelum mempercayai isu sensasional yang tersebar di platform digital. Dengan cara ini, persebaran berita palsu yang dapat merugikan individu atau kelompok dapat diminimalkan.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




