Onadio Leonardo dan grup musik Killing Me Inside Re:union kembali menyapa publik dengan karya terbaru yang sarat makna. Single berjudul "Senyawa dan Candu" dirilis secara resmi pada 13 Februari dan langsung menggaet perhatian para penggemar musik Indonesia. Lagu ini bukan sekadar rilisan biasa, melainkan bahasa personal Onadio yang tengah menjalani masa pemulihan setelah mengalami kasus penyalahgunaan narkoba.
Proses pembuatan lagu ini dimulai saat Onadio berada di pusat rehabilitasi. Ia mengaku menulis lagu sebagai bentuk pelarian dan refleksi dari ruang sempit kehidupannya yang penuh gejolak. Menurutnya, "Senyawa dan Candu" mewakili perasaan bersalah dan penyesalan terdalam atas kesalahan fatal yang pernah dibuatnya. Lagu ini menjadi media komunikatif yang jujur antara dirinya dan publik.
Kolaborasi Personil Ikonik
Proyek musik ini menandai reuni formasi Killing Me Inside yang terdiri dari Onadio Leonardo, Sansan, dan Raka. Sansan dan Raka menyambut draf lagu terbaru dengan antusiasme tinggi. Mereka merasa lagu tersebut sangat mewakili keadaan Onadio saat ini. Kehadiran Rudye, mantan personil, dalam proses produksi turut memberikan sentuhan musik yang kaya dan membawa nuansa nostalgia bagi penggemar lama.
Bahasa Indonesia sebagai Strategi Rebranding
Salah satu hal yang menarik adalah keputusan untuk menggunakan bahasa Indonesia dalam lirik lagu. Langkah ini merupakan strategi untuk rebranding yang mengingatkan pada era transisi penting grup pada masa lalu, dari album The Tormented ke Biarlah. Onadio menyebut ini sebagai upaya untuk memperkuat identitas baru sekaligus menghormati akar musik mereka.
Rencana Extended Play (EP) dan Fokus Tahun Ini
Killing Me Inside Re:union tidak berniat berhenti hanya dengan satu single. Tahun ini mereka berambisi merilis Extended Play (EP) yang menjadi prioritas utama. Onadio menegaskan bahwa membawa grup kembali ke puncak performa adalah tujuan utama yang hendak dicapai setelah masa vakum dan tantangan pribadi yang dialaminya.
Lagu sebagai Simbol Penebusan
"Senyawa dan Candu" lebih dari sekadar lagu; ia menjadi simbol penebusan dan titik balik di karier serta kehidupan Onadio Leonardo. Karya ini mengekspresikan perjalanan panjang menuju pemulihan saat menghadapi kecanduan dan kesalahan. Dengan cara ini, Killing Me Inside Re:union tidak hanya menghidupkan kembali karya mereka, tetapi juga berbagi kisah inspiratif tentang pergulatan manusia melawan kelemahan diri.
Berbagai platform musik digital kini sudah menyediakan lagu ini untuk dinikmati publik. Kehadiran "Senyawa dan Candu" diharapkan dapat menggugah pendengar sekaligus memperkuat eksistensi Killing Me Inside Re:union. Upaya ini sekaligus membuka babak baru yang membawa mereka pada puncak rekam jejak musik Indonesia.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




