Sutradara Timo Tjahjanto secara tegas meminta agar nama sutradara yang diduga melakukan pelecehan seksual segera diungkap ke publik. Pernyataan tersebut disampaikannya melalui unggahan di akun X @Timobros pada Senin, 23 Februari 2026, di mana Timo menyatakan rasa muaknya terhadap tindakan pelaku yang mencoreng industri perfilman Indonesia.
Timo menulis secara langsung, “Spill aja siapa sutradaranya,” yang menunjukkan keinginannya agar kasus ini tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa pengungkapan. Respons cepat Timo ini mendapat banyak dukungan dari warganet yang berharap agar dia menggunakan jaringan luasnya di industri film untuk memblacklist pelaku dan mendorong proses hukum.
Respons dan Desakan Warganet
Warganet yang mengikuti perkembangan kasus ini tidak hanya mendukung pernyataan Timo, tetapi juga mendesak agar pelaku segera diberikan tindakan tegas. Seorang pengguna menulis agar Timo menggunakan koneksinya untuk memblacklist pelaku, bahkan berharap pelaku bisa ditangkap karena diduga ada banyak korban lain yang belum berani bicara.
Selain itu, muncul nama Erzalul Octa Azis yang disebut-sebut sebagai terduga pelaku pelecehan seksual. Erza diketahui sebagai sutradara dan penulis dalam sebuah proyek film berjudul Tirai Jagal. Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai kebenaran tuduhan tersebut.
Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual
Kasus ini pertama kali mencuat melalui pengakuan seorang perempuan bernama Adine dengan akun X @adnazraa pada 22 Februari 2026. Adine, yang berusia 17 tahun, mengungkap pelecehan dan manipulasi dari seorang sutradara film thriller. Ia membeberkan bahwa sedikitnya ada tiga korban yang terdampak, termasuk anak di bawah umur.
Modus pelaku dimulai dari pengumuman casting melalui Instagram. Pelaku kemudian melakukan pendekatan dengan meminta komunikasi personal secara rutin. Korban diminta mengirim foto-foto pribadi dengan pose yang dinilai mencurigakan, serta pertanyaan tentang ukuran pakaian dalam. Pelaku bahkan menawarkan “tarif” untuk setiap bagian tubuh yang boleh disentuhnya.
Akhirnya, Adine merasa terjebak namun berhasil mengumpulkan keberanian untuk menolak dan mundur dari proyek tersebut berkat dorongan dan dukungan penuh dari orang tuanya.
Pentingnya Transparansi dan Penegakan Hukum
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya transparansi dalam mengungkap pelaku pelecehan di industri hiburan. Tindakan cepat dari tokoh berpengaruh seperti Timo Tjahjanto dapat menjadi momentum kunci untuk menghapus praktik kekerasan seksual yang selama ini tersembunyi.
Pengungkapan identitas pelaku bukan hanya soal memberi keadilan bagi korban, tetapi juga menjadi langkah preventif agar kejadian serupa tidak berulang di masa depan. Penegakan hukum yang kuat juga diharapkan mampu memberikan efek jera dan menjadikan industri perfilman Indonesia lebih aman dan profesional.
Dengan situasi yang makin terbuka, dukungan masyarakat dan pelaku industri sangat dibutuhkan untuk menciptakan ruang kerja bebas dari pelecehan dan kekerasan. Setiap laporan penting untuk diperiksa secara serius dan proses hukum segera dijalankan tanpa pandang bulu.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id






