Lee Ui Yeong, tokoh utama dalam drama Korea The Practical Guide to Love, menolak dengan tegas untuk mengikuti kencan buta. Keputusannya ini sangat menarik karena bertentangan dengan tren kencan modern yang banyak digunakan oleh generasi milenial dan Gen Z. Berikut adalah tiga alasan utama yang menjelaskan mengapa Lee Ui Yeong enggan mencoba metode kencan tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam alur cerita drama ini.
1. Tidak Menyukai Konsep Kencan Buta
Lee Ui Yeong melihat kencan buta tanpa sentuhan romantis yang alami. Ia berpendapat bahwa pertemuan yang dipaksa melalui perantara atau aplikasi kencan terasa tidak tulus dan kurang memikat. Ui Yeong menganggap bahwa bertemu seseorang secara langsung dan alami jauh lebih berkesan daripada harus mengandalkan foto profil atau informasi yang belum tentu sesuai kenyataan. Bahkan, bertemu dengan orang asing tanpa mengenal latar belakangnya menjadi hal yang aneh dan tidak masuk akal baginya. Dari perspektif Ui Yeong, cinta yang terlalu dirancang dan diperjuangkan secara terang-terangan hanya menimbulkan tekanan dan kehilangan spontanitas.
2. Sudah Punya Tambatan Hati
Salah satu faktor kuat yang membuat Lee Ui Yeong menolak kencan buta adalah keberadaan seseorang yang sudah mencuri perhatiannya, yaitu Kang Do Hyun. Mereka bekerja di hotel The Hills Seoul dan sudah sering bertemu. Kisah mereka sebenarnya sudah dimulai sejak kuliah, saat Kang Do Hyun dikenal menaruh perasaan khusus kepada Ui Yeong. Meskipun Ui Yeong sering membantah, keberadaan Kang Do Hyun dan kedekatan mereka di tempat kerja memunculkan harapan akan sebuah hubungan yang lebih dari sekadar rekan kerja. Pertemuan-pertemuan itu membuat Ui Yeong merasa ada chemistry yang selama ini ia cari.
3. Mengira Cintanya akan Terbalas
Lebih dari itu, Ui Yeong yakin jika perasaannya kepada Kang Do Hyun akan berbalas. Mereka tidak hanya bertemu di kantor, tetapi juga kerap makan bersama di luar waktu kerja. Namun sayangnya, hubungan mereka belum sampai pada tahap pacaran resminya. Meski demikian, perhatian Kang Do Hyun yang konsisten memberinya harapan kuat bahwa kedekatan mereka akan berkembang menjadi cinta. Sayangnya, kepercayaan ini berbalik menjadi kesalahpahaman menyakitkan ketika diketahui bahwa Kang Do Hyun mendekatinya bukan dengan niat pribadi, melainkan semata untuk meminta bantuan dalam menjodohkan junior mereka, Sim Sae Byeok.
Keengganan Lee Ui Yeong untuk mengikuti kencan buta bertalian erat dengan pengalaman pribadinya. Penolakan ini bukan hanya soal cara bertemu pasangan, tetapi juga bagaimana ia memaknai cinta dan hubungan. Kisahnya mengungkapkan bahwa pencarian cinta tidak boleh terburu-buru dan harus sesuai dengan perasaan serta keinginan pribadi. Drama ini juga memberi gambaran bahwa setiap orang memiliki cara unik dalam membuka diri terhadap cinta.
Meski sempat merasakan sakit hati karena harapan yang kandas, pengalaman tersebut memicu perubahan pada cara Ui Yeong dalam mengejar cinta. Ia mulai mempertimbangkan metode kencan yang awalnya ia hindari. Ini menjadi titik balik dalam cerita yang menunjukkan perkembangan karakter sekaligus realitas dunia kencan masa kini.
Drama The Practical Guide to Love menyajikan gambaran yang realistis mengenai dilema mencari cinta di era digital. Lee Ui Yeong sebagai tokoh utama memberikan perspektif baru tentang bagaimana kencan buta bisa jadi tidak cocok untuk semua orang, terutama yang mengutamakan keaslian dan koneksi emosional alami.
Dengan alasan-alasan tersebut, penolakan Lee Ui Yeong terhadap kencan buta bukan sekadar menolak tren, tetapi merupakan cerminan dari perjalanan batin dan pencarian identitas cinta yang sesungguhnya. Ini menjadi aspek yang membuat drama ini relevan dan menarik untuk disimak oleh para penikmat cerita romantis yang ingin melihat bagaimana cinta dapat tumbuh lewat cara yang berbeda.
Source: www.idntimes.com








