Denada Ungkap Perasaan Bersalah dan Klarifikasi Soal Isu Terkait Ressa Rosano

Denada Tambunan akhirnya buka suara terkait polemik yang melibatkan dirinya dengan Ressa Rizky Rosano. Ia mengungkapkan rasa bersalah yang mendalam dan berharap bisa bertemu langsung dengan Ressa untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi.

Selebritas tersebut mengaku selama ini memilih diam karena berbagai perasaan yang berkecamuk di dalam dirinya. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui podcast Feni Rose Official pada 16 Februari 2026, Denada menyatakan inilah pertama kalinya ia membicarakan masalah ini secara terbuka kepada publik.

Rasa Bersalah dan Kesadaran

Denada mengaku merasa sangat bersalah tidak hanya kepada Ressa, tetapi juga kepada Aisyah, mama, keluarga besar, dan adik-adiknya. Kesadaran atas kesalahan yang pernah dilakukannya membuat Denada memilih untuk bertanggung jawab dan menerima konsekuensi dari tindakannya.

Menurut dia, menghadapi masalah ini adalah bagian dari proses pembelajaran dan penebusan atas kesalahannya. Sikap jujur yang ditunjukkan Denada menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki hubungan dengan pihak-pihak yang merasa dirugikan.

Upaya Menghubungi dan Meminta Maaf

Denada menegaskan ia telah berusaha menghubungi Ressa secara langsung untuk meminta kesempatan bertemu dan memberikan penjelasan. Ia menyebut telah membuat video pengakuan pada 2 Februari 2026 dan mulai mengontak Ressa pada hari berikutnya.

Dalam pesan yang dikirimkan kepada Ressa, Denada menyatakan keinginannya untuk bertemu tanpa tekanan. Ia berharap mendapat izin untuk memeluk dan berbicara secara langsung, namun tetap menghormati apabila Ressa belum siap untuk itu.

Respons dan Kesabaran Denada

Selama periode 4 hingga 9 Februari 2026, Denada terus mengirimkan pesan singkat kepada Ressa untuk menanyakan kemungkinan pertemuan. Dalam komunikasi tersebut, Denada juga menyampaikan harapan agar Ressa selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan perlindungan Tuhan.

Balasan singkat dari Ressa datang pada 11 Februari 2026 dengan kata "Amin". Denada menilai respons tersebut sebagai isyarat bahwa Ressa masih membutuhkan waktu. Ia pun menyatakan akan menunggu kesempatan kapan pun Ressa siap untuk bertemu tanpa memaksakan kehendak.

Pesan Terakhir Denada

Denada mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan kesiapannya untuk selalu ada jika Ressa memutuskan untuk membuka komunikasi. Sikapnya menunjukkan niat baik dan kerendahan hati dalam menyelesaikan persoalan yang telah mencuat di publik.

Upaya Denada untuk memperbaiki hubungan dengan Ressa menjadi contoh nyata bagaimana pengakuan kesalahan dan komunikasi terbuka dapat menjadi jalan penyelesaian konflik di masa depan.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button