Konser Gratis BTS Gwanghwamun Tidak Efektif Dorong Penjualan UMKM Seoul

Konser gratis BTS yang digelar di Gwanghwamun Square, Seoul, pada akhir pekan lalu menimbulkan ekspektasi tinggi untuk mendongkrak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Namun, meski puluhan ribu penggemar hadir, dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM nyatanya tidak sesuai harapan.

Jumlah penonton konser yang hadir secara langsung hanya berkisar antara 46.000 hingga 48.000 orang. Angka ini jauh di bawah prediksi awal otoritas Seoul yang mengharapkan hingga 260.000 pengunjung dan estimasi agensi BTS, Hybe, sebanyak 104.000 fans.

Dampak Terbatas pada UMKM Lokal

Beberapa pelaku usaha di sekitar lokasi konser mengungkapkan kekecewaan atas pendapatan yang jauh dari target. Misalnya, seorang pemilik restoran di dekat Gwanghwamun menargetkan pendapatan sekitar 20 juta won atau setara Rp 254 juta. Nyatanya, pendapatan pagi hari hanya mencapai 1 juta won atau sekitar Rp 12,7 juta karena rendahnya mobilitas pejalan kaki di area tersebut.

Pemilik toko di sekitar Sejong Center juga melaporkan penurunan penjualan hingga 20-30% dibandingkan hari Sabtu biasa. Kondisi ini menandakan bahwa kehadiran pengunjung konser tidak secara signifikan mengangkat konsumsi atau transaksi di sektor UMKM lokal.

Pengaruh Kebijakan Pengendalian Kerumunan yang Ketat

Penurunan jumlah pengunjung dan terbatasnya mobilitas disinyalir erat kaitannya dengan kebijakan pengendalian kerumunan yang diterapkan pemerintah. Otoritas Seoul mengambil langkah ketat untuk menghindari insiden serupa tragedi kerumunan Halloween di Itaewon pada 2022.

Langkah pengamanan mencakup pembatasan akses masuk dengan detektor logam dan pengoperasian kereta bawah tanah nonstop di stasiun terdekat. Sekitar 10.000 personel, termasuk 6.700 petugas kepolisian, dikerahkan untuk menjaga keamanan selama acara berlangsung.

Biaya Operasional Pengamanan dan Kritik Publik

Kebijakan keamanan yang masif ini menimbulkan kritik karena berpotensi menciptakan beban biaya administrasi tinggi. Dilaporkan, biaya upah lembur petugas mencapai 440 juta won atau sekitar Rp 5,6 miliar. Sebagian pengamat memandang langkah pengamanan ini berlebihan dan perlu dievaluasi agar tidak memberatkan anggaran pemerintah.

Walaupun BTS dan pihak penyelenggara berharap konser ini menjadi momen penting untuk menggerakkan ekonomi lokal, kenyataannya pengaturan ketat dan kedatangan penonton yang lebih rendah membatasi potensi tersebut.

Data Penting Terkait Konser BTS Gwanghwamun:

  1. Prediksi pengunjung otoritas Seoul: 260.000 orang
  2. Prediksi pengunjung oleh agensi BTS (Hybe): 104.000 orang
  3. Data real-time penonton hadir: 46.000–48.000 orang
  4. Pendapatan target pemilik restoran terdekat: 20 juta won (Rp 254 juta)
  5. Pendapatan aktual pagi hari restoran: 1 juta won (Rp 12,7 juta)
  6. Penurunan penjualan toko di area Sejong Center: 20–30% dibanding hari biasa
  7. Personel pengamanan: 10.000 orang, termasuk 6.700 polisi
  8. Estimasi biaya upah lembur pengamanan: 440 juta won (Rp 5,6 miliar)

Jelas bahwa meskipun konser BTS di Gwanghwamun mampu menarik perhatian dan kerumunan besar, kontribusinya terhadap geliat ekonomi UMKM di wilayah tersebut tidak signifikan. Faktor pengamanan ketat dan pengurangan mobilitas pengunjung menjadi kendala utama dalam realisasi potensi peningkatan pendapatan lokal. Kondisi ini menjadi pelajaran bagi penyelenggara dan pemerintah lokal dalam merancang acara besar di masa depan agar lebih optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version