Shin I Rang, tokoh utama dalam drama seri Phantom Lawyer, menghadapi kesulitan besar untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pengacara di berbagai firma hukum. Meski memiliki kecerdasan dan bakat yang mumpuni, perjalanan kariernya selalu berakhir dengan penolakan, sekalipun berhasil melewati tahap wawancara. Terdapat beberapa faktor utama yang menjadi penghambat utama dalam usaha Shin I Rang mendapatkan pekerjaan yang layak.
1. Masuk Daftar Hitam di Firma Hukum
Saat mengikuti wawancara di firma hukum Taebaek, Shin I Rang sadar bahwa namanya sudah masuk dalam blacklist sejumlah kantor hukum. Kondisi ini membuatnya sulit diterima karena reputasinya telah tercemar sebelum ia memulai kariernya.
2. Hubungan Kasus Lama dengan Ayahnya
Salah satu penyebab utamanya adalah keterkaitan Shin I Rang dengan kasus hukum yang menimpa ayahnya dua puluh tahun lalu. Luka lama ini masih melekat pada namanya dan memengaruhi persepsi firma hukum terhadapnya.
3. Tuduhan Korupsi pada Ayahnya
Ayah Shin I Rang, yang dikenal sebagai jaksa yang kaku namun adil, kemudian dituduh korupsi dan menerima suap. Tuduhan ini memperburuk situasi keluarga mereka di mata dunia hukum dan publik secara umum.
4. Kasus Ayahnya Berakhir Tragis tanpa Pembelaan
Kasus ayah Shin I Rang tidak terselesaikan dengan baik karena orang yang menuduh ayahnya meninggal dalam kecelakaan tragis. Akibatnya, tidak ada kesempatan untuk pembelaan yang adil, dan reputasi keluarga semakin sulit diperbaiki.
5. Tidak Mengganti Nama atau Identitas
Berbeda dengan beberapa orang yang mencoba mengubah identitas agar tak dikaitkan dengan masa lalu, Shin I Rang memilih tetap menggunakan nama aslinya. Sikap ini menyebabkan stigma negatif terhadap dirinya tetap melekat.
6. Pengaruh Pelaku Kasus Lama Masih Kuat di Dunia Hukum
Beberapa orang yang terkait dalam masalah ayah Shin I Rang masih aktif dan berpengaruh di dunia hukum saat ini. Diduga kuat, mereka menggunakan posisinya untuk menghambat perkembangan karier Shin I Rang.
7. Kepribadian Lembut yang Tidak Cocok dengan Kultur Firma Hukum
Selain faktor eksternal, sifat Shin I Rang yang berhati lembut juga menjadi penghambat. Banyak firma hukum lebih mengutamakan keuntungan bisnis daripada keadilan, sehingga karakter Shin I Rang dianggap kurang sesuai dengan budaya kerja mereka.
Kesulitan-kesulitan ini membuat Shin I Rang akhirnya memilih untuk membuka kantor hukum sendiri. Keputusannya itu membawanya pada pengalaman unik, di mana ia menerima klien yang bukan hanya manusia, tetapi juga hantu. Hal ini memberi warna tersendiri dalam perjalanan kariernya sebagai pengacara.
Secara keseluruhan, perjuangan Shin I Rang menunjukkan bahwa kompetensi saja tidak cukup untuk menembus dunia hukum yang keras dan penuh intrik. Faktor reputasi keluarga, politik internal firma hukum, dan sifat personal menjadi tantangan utama yang harus dihadapi. Kisahnya mengungkap realitas pahit yang cukup sering terjadi di dunia profesional, terutama di bidang hukum yang kompleks.
Dengan latar belakang tersebut, perjalanan Shin I Rang menjadi sorotan menarik dalam Phantom Lawyer. Drama ini tidak hanya menghadirkan ketegangan proses hukum, tetapi juga menyoroti nilai keadilan dan integritas dalam konteks sosial yang penuh konflik. Cerita ini mengajak penonton memahami dinamika dunia hukum dari sudut pandang yang lebih manusiawi dan mendalam.
Source: www.idntimes.com








