Pisah Dengan Insanul, Mawa Minta Maaf Ke Anak Di Tengah Proses Cerai

Wardatina Mawa menyampaikan permintaan maaf kepada anaknya di tengah proses perceraian dengan Insanul Fahmi yang masih berjalan di Pengadilan Agama Medan. Pengakuan itu ia sampaikan saat membicarakan kondisi rumah tangganya yang belum selesai sejak gugatan cerai didaftarkan pada 26 Februari 2026.

Permintaan maaf itu muncul di tengah sorotan publik terhadap perpisahannya dengan Insanul, yang sebelumnya ramai dibahas setelah muncul kabar pernikahan siri sang suami dengan artis Inara Rusli. Dalam situasi yang masih penuh dinamika, Mawa menyoroti dampak terbesar yang ia rasakan justru berkaitan dengan perasaan anak.

Mawa utamakan bicara soal anak

Dalam keterangannya, Wardatina menegaskan bahwa dirinya lebih banyak meminta maaf kepada anak ketimbang menjelaskan konflik rumah tangga yang sedang dihadapi. Ia menyadari bahwa kondisi keluarga mereka kini tidak lagi berjalan seperti yang mungkin diharapkan seorang anak.

“Pada momen ini lebih banyak minta maaf sama anak, karena sudah jadi seperti ini,” ujar Wardatina, dikutip dari YouTube Insertlive, Rabu (25/3/2026).

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Mawa menempatkan kepentingan emosional anak sebagai hal yang paling penting di tengah proses hukum yang masih berlangsung. Ia juga tampak memahami bahwa perceraian bukan hanya soal hubungan suami istri, tetapi juga menyangkut rasa aman dan utuhnya kehidupan anak.

Harapan anak di tengah rumah tangga yang retak

Mawa menjelaskan bahwa anak pada dasarnya menginginkan keluarga yang tetap utuh dan saling menyayangi. Karena itu, ia merasa perlu menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada anak atas situasi yang terjadi.

“Anak kan penginnya keluarga itu utuh, saling sayang dan saling menyayangi,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan sisi lain dari perceraian yang kerap luput dari perhatian publik, yakni beban psikologis yang dirasakan anak saat orang tuanya berpisah. Dalam banyak kasus, anak menjadi pihak yang paling rentan terdampak karena harus beradaptasi dengan perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari.

Proses cerai masih berjalan di Pengadilan Agama Medan

Berdasarkan informasi yang beredar, Wardatina Mawa resmi mendaftarkan gugatan cerai terhadap Insanul Fahmi ke Pengadilan Agama Medan pada 26 Februari 2026. Langkah itu menandai keputusan serius untuk menyelesaikan konflik rumah tangga yang sebelumnya sudah menjadi perhatian publik.

Hingga kini, proses perceraian keduanya belum tuntas dan masih berjalan sesuai mekanisme hukum. Situasi itu membuat dinamika hubungan Mawa dan Insanul terus menjadi perhatian, terlebih setelah keduanya sama-sama memberi pernyataan di ruang publik.

Pertemuan di pengadilan jadi sorotan

Insanul Fahmi dikabarkan sudah bertemu dengan Wardatina Mawa di Pengadilan Agama Medan. Dalam kesempatan terpisah, ia memberikan komentar singkat mengenai situasi yang sedang dihadapinya bersama sang istri.

“Ada bahagianya, ada sedihnya,” ungkap Fahmi, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Rabu (25/3/2026).

Pernyataan singkat itu memperlihatkan bahwa proses perpisahan mereka tidak hanya menghadirkan tekanan, tetapi juga menyimpan momen emosional yang kompleks. Di satu sisi ada upaya menyelesaikan persoalan secara hukum, sementara di sisi lain ada beban perasaan yang ikut menyertai.

Fokus publik dan dampak pada keluarga

Kasus rumah tangga Mawa dan Insanul menarik perhatian publik karena menyangkut isu pernikahan, perceraian, dan dampaknya terhadap anak. Ketika konflik pribadi menjadi konsumsi publik, beban emosional bagi keluarga biasanya ikut bertambah, terutama bagi pihak yang harus menjaga komunikasi dengan anak.

Berikut poin penting yang tercatat dari perkembangan kasus ini:

  1. Wardatina Mawa menggugat cerai Insanul Fahmi di Pengadilan Agama Medan pada 26 Februari 2026.
  2. Mawa meminta maaf kepada anaknya karena keluarga mereka tidak lagi utuh.
  3. Insanul Fahmi disebut sudah bertemu Mawa di pengadilan.
  4. Proses perceraian keduanya masih berlangsung dan belum selesai.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perceraian bukan hanya perkara status hukum, tetapi juga soal penyesuaian emosi di dalam keluarga. Dalam situasi seperti itu, pesan Mawa kepada anaknya menjadi cerminan bahwa ia tetap berupaya menjaga hubungan batin dengan sang buah hati meski rumah tangga sedang berada di ujung perpisahan.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button