Makam mendiang Vidi Aldiano di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan, kini menjadi salah satu lokasi ziarah yang ramai didatangi penggemar. Titik lokasinya yang muncul di Google Maps dengan nama “makam Vidi Aldiano” ikut mendorong orang dari berbagai daerah datang untuk berdoa langsung di pusara sang penyanyi.
Fenomena ini mencuat setelah unggahan soal lokasi makam tersebut viral di media sosial. Banyak warganet kemudian mencari titik pastinya di peta digital, lalu ikut berziarah karena ingin mengenang dan mendoakan Vidi secara langsung.
Lokasi makam jadi mudah dicari lewat Google Maps
Kemunculan nama makam di Google Maps membuat akses menuju TPU Tanah Kusir jadi lebih mudah bagi masyarakat. Sebelumnya, tidak semua orang mengetahui posisi pasti makam, apalagi jika hanya mengandalkan petunjuk lisan.
Ayah Vidi, Harry Kiss, mengaku baru mengetahui titik lokasi itu beberapa hari lalu setelah diberi tahu oleh orang di sekitarnya. Ia mengatakan informasi yang beredar di peta digital justru memudahkan banyak orang menemukan makam anak pertamanya.
“Baru tahu beberapa hari yang lalu. Gara-gara sopir saya kan waktu itu, sopir pulang kampung,” ujar Harry, dikutip dari kanal YouTube Reyben Entertainment, Rabu (1/4/2026).
Peziarah datang dari banyak daerah
Setelah titik lokasi makam viral, jumlah peziarah disebut terus bertambah. Harry menyebut para peziarah tidak hanya datang dari Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga dari daerah lain di Indonesia hingga luar negeri.
- Cikampek
- Lombok
- Kuala Lumpur
- Semarang
Harry mengatakan ada peziarah yang datang bersama keluarga dan menempuh perjalanan jauh untuk mendoakan Vidi. Ia menilai perhatian itu menunjukkan bahwa almarhum masih dikenang banyak orang.
“Ada yang dari Cikampek. Kemarin itu ada yang datang dari Lombok, dia nyopir dengan keluarganya. Terus ada yang datang dari Kuala Lumpur, ada dari Semarang. Banyak, pokoknya alhamdulillah ya namanya Vidi masih harum,” kata Harry.
Keluarga terharu dengan perhatian publik
Bagi keluarga, kedatangan para peziarah membawa makna emosional tersendiri. Harry mengaku terharu karena begitu banyak orang tetap mengirim doa dan meluangkan waktu untuk datang langsung ke makam.
Ia menilai ziarah itu menjadi bentuk penghormatan dan bukti bahwa Vidi meninggalkan kesan kuat di hati banyak orang. Menurut Harry, kehadiran masyarakat juga membuat keluarga merasakan dukungan moral di tengah duka yang mereka alami.
“Banyak yang mendoakan. Banyak yang ngirim Al-Fatihah. Nah Vidi itu inspirasi lah,” ujarnya.
Viral di media sosial, lalu menyebar luas
Perbincangan soal makam Vidi di Google Maps ikut meningkat karena informasi itu cepat menyebar di media sosial. Saat sebuah lokasi muncul di peta digital dan ramai dibahas, publik biasanya lebih mudah menelusuri kebenarannya dan datang langsung ke tempat tersebut.
Dalam kasus ini, Google Maps berperan besar mempercepat arus informasi. Banyak orang yang sebelumnya tidak tahu lokasi makam kini bisa menemukan titiknya dengan lebih mudah, sehingga kunjungan ziarah ikut meningkat dari waktu ke waktu.
Mengapa lokasi di peta digital bisa memicu keramaian
Fenomena serupa sebenarnya bukan hal baru di era digital, ketika lokasi tertentu viral karena muncul di peta atau dibahas luas di platform media sosial. Kemudahan navigasi membuat masyarakat lebih cepat bergerak, terutama saat ingin berziarah, berfoto, atau sekadar memastikan kebenaran informasi.
Dalam konteks makam Vidi Aldiano, kemunculan di Google Maps tidak hanya memudahkan pencarian, tetapi juga memperkuat rasa penasaran publik. Akibatnya, makam tersebut kini menjadi salah satu titik yang ramai didatangi, terutama oleh mereka yang ingin mendoakan langsung dan memberikan penghormatan terakhir.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




