Palari Films Rayakan Satu Dekade, Tujuh Film Baru Termasuk Adaptasi Hindia

Palari Films menandai 10 tahun perjalanannya di industri film Indonesia dengan mengumumkan tujuh proyek baru yang mencakup film panjang lintas genre dan kolaborasi internasional. Di antara judul yang diperkenalkan, adaptasi album Menari dengan Bayangan milik Hindia menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian karena akan diolah menjadi film panjang dengan Edwin di kursi sutradara.

Pengumuman ini menegaskan langkah Palari Films yang tetap aktif mendorong karya-karya berkarakter kuat, baik dari talenta baru maupun sineas yang sudah punya rekam jejak festival. Rumah produksi yang didirikan Meiske Taurisia, Muhammad Zaidy, dan Edwin itu juga membawa proyek yang direncanakan meluncur di bioskop Indonesia mulai 2026.

Tujuh proyek baru yang diumumkan

Palari Films memperkenalkan tujuh judul baru, yaitu Monster Pabrik Rambut, Desember Jani, Baju Tebal, I Wanna Dance with Myself, Goldfish, Strange Root, dan Menari dengan Bayangan. Dari daftar itu, Monster Pabrik Rambut menjadi film yang dijadwalkan tayang lebih dulu pada 7 Juni 2026 di bioskop Indonesia.

Film Monster Pabrik Rambut sebelumnya menjalani world premiere di Berlinale 2026. Film garapan Edwin itu dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev.

Album Hindia diadaptasi ke film

Proyek yang paling banyak menyita perhatian adalah Menari dengan Bayangan, adaptasi dari album debut Hindia alias Baskara Putra. Dalam proyek ini, Edwin kembali dipercaya menjadi sutradara dan Baskara Putra ikut terlibat sebagai produser eksekutif.

Langkah mengubah album menjadi film panjang menunjukkan pendekatan Palari Films yang terbuka pada format cerita nonkonvensional. Adaptasi ini juga memperluas jangkauan karya musik Hindia ke medium sinema tanpa meninggalkan identitas naratif yang kuat.

Dorong debut sutradara dan proyek perempuan

Palari Films juga memberi ruang bagi sineas baru lewat beberapa proyek debut. Desember Jani akan menjadi debut film panjang Ariani Darmawan setelah lama hiatus, dan proyek ini disebut sebagai all women project karena dikerjakan, ditulis, disutradarai, serta dibintangi perempuan.

Film tersebut dibintangi Chempa Putri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan Hyori Mika. Selain itu, Palari turut mendukung debut film panjang dua sutradara asal Makassar, Khozy Rizal lewat I Wanna Dance with Myself dan Aditya Ahmad lewat Goldfish.

Kolaborasi internasional tetap jadi andalan

Palari Films juga mempertahankan jejak ko-produksi internasional yang selama ini menjadi salah satu kekuatannya. Tahun ini, mereka mengumumkan kolaborasi dengan Singapura, Jerman, Belanda, dan Filipina melalui Strange Root, yang digarap duo sutradara Singapura Lam Li Shuen dan Mark Chua.

Keterlibatan lintas negara ini memperlihatkan bahwa Palari tidak hanya membangun katalog film lokal, tetapi juga menempatkan produksi Indonesia dalam jejaring sinema kawasan dan global. Strategi tersebut sejalan dengan rekam jejak mereka yang sebelumnya sudah beberapa kali berhadapan dengan panggung festival internasional.

Jejak 10 tahun Palari Films

Dalam satu dekade, Palari Films telah memproduksi 10 karya yang terdiri dari film panjang, antologi film pendek, dan serial. Perjalanan mereka dimulai lewat Posesif karya Edwin, yang meraih tiga Piala Citra FFI 2017 untuk Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Perempuan Terbaik untuk Putri Marino, dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Yayu Unru.

Mereka juga menorehkan sejarah penting lewat Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang memenangkan Golden Leopard di Locarno Film Festival. Pencapaian itu tercatat sebagai kemenangan utama pertama film Indonesia pada ajang festival film internasional tersebut.

Daftar proyek baru Palari Films

  1. Monster Pabrik Rambut
  2. Desember Jani
  3. Baju Tebal
  4. I Wanna Dance with Myself
  5. Goldfish
  6. Strange Root
  7. Menari dengan Bayangan

Muhammad Zaidy mengatakan perayaan 10 tahun menjadi momen untuk melihat kembali perjalanan Palari sebelum melangkah ke fase berikutnya. Ia menyebut dekade itu dibangun oleh banyak pihak yang ikut menggambar arah perjalanan rumah produksi tersebut, sementara Palari kini bergerak menuju cakrawala yang lebih luas.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button