Luna Maya resmi menambah perannya di film Zona Merah dengan tidak hanya tampil sebagai pemain, tetapi juga duduk sebagai produser eksekutif. Keputusan itu diumumkan dalam konferensi pers produksi film di Jakarta, Rabu (1/4/2026), saat proyek adaptasi dari serial populer tersebut mulai memasuki tahap produksi layar lebar.
Keterlibatan Luna menjadi sorotan karena ia sempat mengaku ingin rehat sejenak dari dunia akting. Namun, tawaran dari tim kreatif—terutama dari dua sutradara film ini, Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa—membuatnya berubah pikiran dan akhirnya ikut terlibat lebih jauh dalam proses produksi.
Luna Maya tertarik pada genre zombie lokal
Luna menyebut ketertarikannya pada Zona Merah juga datang dari kecintaannya terhadap film bertema zombie. Ia menilai Indonesia sudah lama membutuhkan film mayat hidup berskala besar yang dibuat untuk layar lebar, bukan hanya hadir di platform digital.
"Aku juga dari dulu kalau nonton film zombie gitu, kayak ingin banget ‘kapan Indonesia bikin film zombie ya’. Dan akhirnya sudah mulai ada series-nya, Zona Mera’, dan itu sukses dan akhirnya difilmkan," kata Luna dalam konferensi pers tersebut.
Ia melihat langkah ini sebagai momentum penting bagi perfilman Indonesia, terutama karena Zona Merah berpeluang menjadi film zombie Indonesia pertama yang tayang di bioskop. Jika terealisasi sesuai rencana, proyek ini akan memperluas ruang eksplorasi genre horor dan aksi di industri film nasional.
Dari serial ke film layar lebar
Zona Merah awalnya dikenal sebagai serial yang berhasil menarik perhatian penonton di platform digital. Versi filmnya kini dikembangkan dengan skala cerita yang lebih besar dan pendekatan produksi yang berbeda, termasuk perubahan latar dari Kabupaten Rimbalaya ke pusat kota besar.
Perubahan lokasi itu dirancang untuk memberi ketegangan yang lebih intens dan situasi konflik yang lebih luas. Langkah ini juga menunjukkan bahwa adaptasi filmnya tidak sekadar memindahkan cerita lama ke layar lebar, tetapi mencoba memperluas semesta narasinya agar lebih sinematis.
Jadwal produksi dan deretan pemain
Proses syuting Zona Merah dijadwalkan mulai April 2026 dan diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan. Aghniny Haque dipercaya memegang peran utama, sementara Luna Maya ikut memperkuat proyek ini dari sisi produksi sekaligus akting.
Daftar utama yang sudah diumumkan sejauh ini adalah:
- Luna Maya — produser eksekutif dan pemain.
- Aghniny Haque — pemeran utama.
- Lukman Sardi — pemeran pendukung.
- Andri Mashadi — pemeran pendukung.
- Maria Theodore — pemeran pendukung.
- Bryan Domani — pemeran pendukung.
- Shindy Huang — pemeran pendukung.
- Myesha Lin — aktris cilik.
Kehadiran nama-nama tersebut membuat Zona Merah tampil sebagai proyek ensemble yang menggabungkan aktor lintas generasi. Kombinasi ini biasanya menjadi strategi penting untuk memperluas daya tarik film, baik bagi penonton lama serialnya maupun penonton baru yang datang karena genre zombie.
Posisi Luna sebagai produser eksekutif
Peran produser eksekutif umumnya berfokus pada pengawalan arah besar proyek, termasuk dukungan kreatif, visi produksi, dan penguatan nilai komersial film. Dalam konteks Zona Merah, keterlibatan Luna menunjukkan bahwa proyek ini diposisikan sebagai film yang serius dibangun dari kekuatan IP yang sudah punya basis penonton.
Luna juga dikenal aktif menjaga relevansi dirinya di industri hiburan Indonesia melalui berbagai proyek film dan layar digital. Keterlibatannya di Zona Merah menambah daftar kerja sama yang menempatkannya tidak hanya sebagai bintang utama, tetapi juga sebagai bagian dari keputusan strategis produksi.
Data produksi film Zona Merah
Berikut ringkasan informasi yang telah diumumkan terkait film ini:
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Judul | Zona Merah |
| Sutradara | Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa |
| Produser Eksekutif | Luna Maya |
| Pemeran Utama | Aghniny Haque |
| Jadwal syuting | Mulai April 2026, sekitar 1 bulan |
| Latar cerita | Pusat kota besar |
| Asal karya | Adaptasi dari serial populer Zona Merah |
Dengan perpindahan medium dari serial ke film layar lebar, Zona Merah kini mengusung ambisi yang lebih besar. Proyek ini menempatkan Luna Maya pada dua posisi sekaligus, yakni sebagai penggerak produksi dan bagian dari cerita, di tengah ekspektasi penonton terhadap film zombie lokal yang siap hadir di bioskop.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com