Lucinta Luna kembali menjadi sorotan usai menyampaikan keinginannya untuk kembali ke kodrat sebagai laki-laki dan meminta nama asalnya, Muhammad Fatah, ditulis di batu nisan saat ia meninggal dunia. Pernyataan itu ia sampaikan dalam percakapan bersama Ivan Gunawan di YouTube C8 Podcast, setelah penampilannya saat salat Id di Korea Selatan sempat menarik perhatian publik karena ia tampil dengan busana pria.
Dalam pengakuannya, Lucinta mengatakan dirinya sudah lama tidak menjalani salat seperti Idulfitri dan Iduladha. Ia juga mengaku selama ini kerap berziarah dengan pakaian yang menurutnya tidak sesuai dengan kodrat, lalu mulai berani tampil sebagai pria saat berada di luar negeri karena tidak ingin mendapat hujatan di Indonesia.
Mengaku Ingin Kembali ke Identitas Laki-laki
Lucinta menuturkan bahwa keputusannya untuk kembali ke kodrat sebagai laki-laki bukanlah hal yang mendadak. Ia menyebut banyak orang di sekitarnya memberi dukungan dan mendorongnya untuk menata kembali identitas dirinya secara perlahan.
Meski begitu, ia mengakui proses itu tidak mudah karena sudah melalui perjalanan panjang dalam kehidupan pribadinya. Ia mengaku telah bertahun-tahun menjalani suntik hormon dan pernah melakukan lebih dari 30 kali operasi untuk mengubah penampilan tubuhnya.
Berikut sejumlah pengakuan yang ia sampaikan dalam perbincangan tersebut:
- Ia sudah 15 tahun menjalani suntik hormon.
- Ia merasa tubuhnya sangat sensitif akibat perubahan hormonal.
- Ia menyebut upaya kembali ke wujud laki-laki sepenuhnya sangat sulit.
- Ia menilai kesempurnaan hanya milik Tuhan, sedangkan manusia punya kekurangan.
Soroti Penyesalan dan Penerimaan Diri
Dalam kesempatan itu, Lucinta juga menyiratkan adanya penyesalan atas keputusan masa lalu yang mengubah wujudnya menjadi perempuan. Ia menilai perjalanan hidup yang ia alami membuatnya lebih memahami batas kemampuan manusia dalam mengubah takdir.
Ia menyampaikan bahwa dirinya kini sedang belajar melihat hidup dengan lebih tenang dan menerima kenyataan yang ada. Menurut dia, manusia tidak bisa sepenuhnya menentukan semua hal, termasuk jodoh dan kematian, karena semuanya berada dalam kuasa Allah.
Pernyataan itu juga ia kaitkan dengan sikap memaafkan. Ia meminta agar orang-orang yang pernah menyakitinya tidak dibalas dengan kebencian, melainkan didoakan agar mendapat kebaikan.
Nama Muhammad Fatah di Batu Nisan
Bagian yang paling menyita perhatian publik adalah permintaan Lucinta agar saat wafat nanti, batu nisan yang menandai makamnya tetap mencantumkan nama asli, Muhammad Fatah bin Muntaha. Ia menegaskan keinginannya untuk dimakamkan sebagai laki-laki, meski selama ini publik lebih mengenalnya dengan nama Ayunda Putri atau Lucinta Luna.
Ia menjelaskan bahwa pesan itu ia sampaikan sebagai bentuk titipan kepada orang-orang terdekat, terutama karena ia mengaku sudah jauh dari keluarga. Di momen itu, ia juga menekankan bahwa dirinya ingin menutup hidup dengan kembali pada identitas yang menurutnya sesuai dengan kodrat lahir.
Latar Belakang Pengakuan Lucinta Luna
Kemunculan Lucinta dengan busana pria saat salat Id di Korea Selatan menjadi pemicu utama perbincangan ini. Publik kemudian mengaitkan penampilannya itu dengan sikap baru yang ia tunjukkan soal identitas diri dan keyakinan untuk kembali ke peran laki-laki.
Dalam narasi yang ia sampaikan, keberaniannya tampil seperti itu muncul karena berada di luar negeri. Ia menilai dirinya lebih leluasa mengekspresikan diri tanpa tekanan sosial sebesar yang ia rasakan di Indonesia.
Pernyataan Penting dari Lucinta Luna
- Ia ingin kembali ke kodrat sebagai laki-laki.
- Ia meminta nama Muhammad Fatah bin Muntaha ditulis di batu nisan.
- Ia mengaku sudah lama menjalani transformasi tubuh melalui hormon dan operasi.
- Ia menilai proses kembali ke identitas asal tidak mudah.
- Ia meminta publik tidak membalas sakit hati dengan dendam.
Pernyataan Lucinta ini kembali memperlihatkan bagaimana kehidupan pribadi seorang figur publik bisa memunculkan diskusi luas tentang identitas, penyesalan, dan cara seseorang memaknai akhir hidupnya. Di tengah perhatian publik yang besar, ia tampak ingin menegaskan bahwa pada akhirnya ia tetap ingin dikenang dengan nama yang ia sebut sebagai nama asli, Muhammad Fatah.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com