Ahmad Dhani Ungkap Rahasia Dewa 19 Bertahan, Jauhi Dugem dan Fokus Rekaman

Ahmad Dhani kembali menegaskan bahwa ia tidak pernah menjalani kebiasaan dugem sejak muda, dan itu menurutnya menjadi salah satu alasan Dewa 19 bisa bertahan lama di industri musik. Pernyataan itu ia sampaikan dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin, 6 April 2026, saat membahas rahasia agar musisi tidak hanya populer sesaat.

Dhani menyebut dedikasi penuh pada musik dan konsistensi berkarya jauh lebih penting daripada mengikuti gaya hidup dunia malam. Ia menilai seorang musisi yang ingin awet harus menjaga fokus, disiplin, dan tidak mudah teralihkan oleh popularitas.

Fokus penuh pada musik sejak usia belia

Dalam pernyataannya, Dhani mencontohkan pengalamannya sendiri sebagai bukti bahwa karier panjang membutuhkan pengorbanan waktu dan perhatian. Ia mengatakan sudah tidak pernah dugem sejak usia 19 tahun dan memilih menghabiskan hari-harinya untuk berkarya.

"Jadi determinasi itu begini, saya nyontohin saya sendiri saja kali ya. Saya selalu bilang ke Al, El, Dul, bahwa saya itu dari umur 19 sampai sekarang itu enggak pernah dugem," ujar Dhani.

Ia menegaskan bahwa waktunya hampir sepenuhnya tersita untuk proses kreatif, terutama rekaman dan produksi musik. Menurut dia, rutinitas itulah yang membuat Dewa 19 bisa melahirkan banyak karya yang bertahan lama di ingatan publik.

Konsistensi, bukan sekadar popularitas

Dhani juga menyoroti bahaya menjadi terkenal secara instan tanpa pondasi kerja yang kuat. Ia mengingatkan penyanyi baru agar tidak terlena oleh sorotan sesaat, karena popularitas bisa cepat hilang bila tidak diiringi kerja serius.

Berikut inti pandangan Dhani soal bertahan di industri musik:

  1. Fokus pada produksi karya secara konsisten.
  2. Hindari kebiasaan yang menyita energi dan waktu.
  3. Bangun karakter musik yang kuat.
  4. Jangan bergantung pada popularitas sesaat.
  5. Terus rekaman dan evaluasi kualitas karya.

"Setiap hari itu di musik terus. Rekaman, rekaman, rekaman. Makanya kalau ada pertanyaan ‘Bagaimana caranya supaya jadi kayak Dewa 19?’, ya rekaman terus. Dan tidak hanya rekaman, tapi sukses terus rekamannya," kata dia.

Pandangannya tentang sosok ikon musik

Selain membahas ketahanan karier, Dhani juga mengutarakan pandangannya tentang figur ikon di dunia musik. Ia menilai seorang ikon tidak selalu harus memiliki teknik vokal sempurna, tetapi harus punya karakter yang sangat kuat dan mudah dikenali publik.

Ia menyebut Mick Jagger dari The Rolling Stones sebagai contoh nyata. Menurut Dhani, daya tarik Jagger justru ada pada karakter panggung dan identitas musikalnya, bukan semata-mata pada kemampuan menyanyikan lagu standar dengan teknis yang rapi.

"Namanya juga icon, dia enggak harus benar-benar pintar nyanyi. Coba Mick Jagger suruh nyanyi lagu-lagu standar yang beneran tuh, agak pusing dia. Tapi he is an icon. Bahkan mungkin icon paling besar di dunia musik," ujarnya.

Pelajaran dari perjalanan Dewa 19

Pernyataan Dhani memperlihatkan bahwa ia memandang kesuksesan band bukan sebagai hasil keberuntungan, melainkan buah dari kerja panjang yang berulang. Dewa 19, yang telah melintasi berbagai fase industri musik Indonesia, tetap dikenal luas karena katalog lagu hit dan identitas musikal yang kuat.

Di tengah perubahan selera pendengar dan persaingan musisi baru, pesan Dhani menegaskan bahwa ketahanan karier lahir dari disiplin jangka panjang. Ia mengaitkan itu dengan keputusan pribadinya untuk menjauh dari dunia malam dan memusatkan hidup pada proses berkarya di studio.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button