Para astronot misi Artemis II diketahui menonton film Project Hail Mary saat menjalani masa persiapan sebelum penerbangan ke Bulan. Kabar ini menjadi sorotan karena misi tersebut menandai penerbangan manusia terjauh dari Bumi dalam sejarah penerbangan antariksa berawak.
Jeremy Hansen, salah satu anggota kru Artemis II, mengatakan pengalaman itu terasa istimewa karena mereka bisa menyaksikan film bersama keluarga di rumah selama masa karantina. Ia menyebut kesempatan tersebut sebagai bekal mental sebelum mereka menjalani perjalanan 10 hari mengelilingi Bulan dengan wahana antariksa Orion milik NASA.
Misi Artemis II dan pentingnya persiapan kru
Artemis II melibatkan empat astronot, yakni Jeremy Hansen, Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch. Mereka ditugaskan menjalani penerbangan berawak yang akan menguji kemampuan sistem Orion dalam membawa manusia ke luar angkasa dalam durasi yang lebih panjang dan lebih jauh dari misi sebelumnya.
NASA menempatkan misi ini sebagai tahap penting dalam program Artemis yang dirancang untuk membuka jalan kembali ke Bulan. Karena itu, persiapan fisik dan mental kru menjadi krusial, termasuk masa karantina dan berbagai aktivitas yang mendukung kesiapan mereka menghadapi tekanan misi.
Project Hail Mary dan resonansi dengan dunia antariksa
Film Project Hail Mary yang disutradarai Phil Lord dan Chris Miller menampilkan Ryan Gosling sebagai Ryland Grace, seorang guru sains SMP sekaligus ahli biologi molekuler yang menjalankan misi penyelamatan umat manusia. Bagi Jeremy Hansen, kisah tersebut terasa dekat dengan realitas misi antariksa karena menampilkan pengorbanan, kerja ilmiah, dan tanggung jawab besar terhadap masa depan manusia.
Hansen bahkan menyampaikan pesan khusus kepada Ryan Gosling dan menyebut bahwa seni dan sains terlihat saling berkaitan dalam film itu. Ia juga menilai akting Gosling sangat meyakinkan karena berhasil membuat karakter Ryland Grace terasa hidup dan inspiratif.
Tanggapan kru Artemis II terhadap film tersebut
Menurut Hansen, film itu bukan hanya hiburan di tengah masa persiapan, tetapi juga memberi dorongan emosional bagi kru yang akan menghadapi perjalanan berisiko tinggi. Ia menilai cerita Project Hail Mary menggambarkan semangat seseorang yang berjuang keras demi keselamatan umat manusia, sesuatu yang relevan dengan misi eksplorasi luar angkasa.
- Kru Artemis II menonton film selama masa karantina.
- Akses film diberikan untuk ditonton bersama keluarga di rumah.
- Jeremy Hansen menyebut pengalaman itu sebagai sesuatu yang sangat berharga.
- Ia menilai karakter Ryland Grace memberi inspirasi bagi para astronot.
- Ryan Gosling juga mengirim pesan video dukungan untuk kru sebelum peluncuran.
Hubungan antara film dan misi nyata seperti ini menunjukkan bagaimana cerita fiksi ilmiah sering memengaruhi cara publik memandang eksplorasi antariksa. Dalam kasus Artemis II, narasi heroik di layar lebar bertemu dengan kerja ilmiah yang nyata ketika para astronot bersiap menjalani perjalanan yang akan menguji batas kemampuan manusia di luar orbit Bumi.
Misi Artemis II sendiri dijadwalkan kembali ke Bumi dan mendarat di lepas pantai San Diego pada Jumat, 10 April, sekitar pukul 17.07 waktu setempat, setelah menyelesaikan perjalanan mengelilingi Bulan. Dengan durasi sekitar 10 hari, misi ini menjadi salah satu tonggak penting NASA dalam persiapan menuju eksplorasi Bulan yang lebih jauh dan berkelanjutan.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id