Pablo Benua kembali jadi sorotan setelah mengumumkan donasi pribadi Rp1 miliar melalui Komite Nasional Advokat Indonesia (KNAI) untuk membantu pembangunan sekolah tinggi hukum di Indonesia Timur. Langkah ini menegaskan fokus barunya di dunia hukum, sekaligus memperlihatkan komitmen KNAI pada pemerataan akses pendidikan hukum di luar Jawa.
Donasi tersebut disampaikan dalam acara halal bihalal KNAI yang digelar dengan suasana hangat dan penuh agenda kebersamaan. Dalam acara itu, Pablo menyebut dana pribadi itu dialokasikan sebagai bantuan nyata untuk pembangunan Perguruan Tinggi Ilmu Hukum di kawasan timur Indonesia.
Donasi Rp1 Miliar untuk Pendidikan Hukum
Pablo Benua menyampaikan bahwa dana itu diharapkan bisa memberi dampak langsung bagi pengembangan pendidikan hukum di daerah. Ia menilai kebutuhan terhadap lembaga pendidikan hukum yang kuat masih besar, terutama di wilayah yang selama ini belum mendapat dukungan semaksimal daerah lain.
“Dana ini dikeluarkan oleh KNAI sebagai bantuan nyata untuk pembangunan Perguruan Tinggi Ilmu Hukum di wilayah Indonesia Timur. Semoga langkah ini memberikan manfaat besar bagi pendidikan hukum di sana,” ujar Pablo di sela acara.
Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa KNAI tak hanya ingin berhenti pada aktivitas organisasi profesi. KNAI juga berupaya membangun kontribusi yang lebih konkret untuk ekosistem hukum nasional.
Target KNAI Jadi Motor Reformasi Hukum
Pablo menegaskan bahwa KNAI memikul visi yang lebih luas dari sekadar wadah advokat. Ia ingin organisasi yang dipimpinnya itu menjadi penggerak utama reformasi sistem penegakan hukum di Indonesia.
Berikut beberapa poin utama dari arah yang ia sampaikan:
- Mendorong pemerataan pendidikan hukum di Indonesia Timur.
- Memperkuat peran advokat dalam pembaruan sistem peradilan.
- Menjadikan KNAI sebagai organisasi yang aktif memberi solusi, bukan hanya forum profesi.
- Membangun jejaring kerja yang lebih solid di antara anggota KNAI.
- Memperluas kontribusi organisasi pada isu integritas hukum dan akses pendidikan.
“Insya Allah, KNAI akan menjadi poros perubahan dalam sistem penegakan hukum di Indonesia. Kami berkomitmen untuk selalu menjadi organisasi advokat terdepan dan terpercaya,” kata Pablo.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa ia ingin membawa identitas baru bagi KNAI sebagai organisasi yang tidak hanya vokal, tetapi juga bekerja lewat program nyata.
Halal Bihalal Jadi Ruang Konsolidasi
Acara halal bihalal yang digelar KNAI tidak hanya berisi silaturahmi internal. Panitia juga menyusun rangkaian acara yang dibuat lebih meriah agar para undangan bisa berinteraksi dalam suasana yang lebih cair.
Hadir dalam acara tersebut sahabat Pablo, Ustaz Derry Sulaiman, yang memberi nuansa religius di tengah forum para praktisi hukum. Kehadiran tokoh publik seperti Derry juga memperkuat perhatian terhadap acara tersebut.
Panitia menampilkan sejumlah hiburan untuk para tamu undangan. Pertunjukan yang disiapkan mencakup tarian daerah, musik, mentalist, hingga stand-up comedy yang menghidupkan suasana.
Sesi Podcast dan Kehadiran Petinggi KNAI
Di penghujung acara, KNAI juga menggelar sesi podcast spesial sebagai ruang dialog yang lebih mendalam. Dalam sesi itu, Pablo hadir bersama dua jajaran petinggi KNAI lain, yakni Surya H. Saragih selaku Sekretaris Jenderal DPN KNAI dan Santo Nababan sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPN KNAI.
Sesi tersebut dipandu oleh Vincensius Bero sebagai host. Format ini memberi kesempatan kepada pengurus untuk menjelaskan arah gerak organisasi, termasuk rencana jangka panjang dalam mendukung reformasi hukum dan pendidikan advokat.
Ketua Panitia Pelaksana, Christopher Anggasastra, menyebut rangkaian acara disiapkan secara matang agar berjalan tertib dan profesional. Ia menilai kerja tim yang solid menjadi kunci suksesnya acara yang berlangsung hangat tersebut.
Makna Langkah Pablo Benua di Dunia Hukum
Langkah Pablo Benua menggelontorkan dana pribadi Rp1 miliar memberi gambaran bahwa ia ingin membangun citra sebagai advokat yang aktif dan punya agenda sosial yang jelas. Di saat banyak organisasi profesi berbicara soal perubahan, ia memilih menampilkan dukungan finansial yang konkret untuk pendidikan hukum.
Dalam konteks Indonesia Timur, bantuan semacam ini berpotensi penting karena akses terhadap institusi pendidikan hukum masih dinilai belum merata. Kehadiran sekolah tinggi hukum baru bisa membuka peluang lahirnya lebih banyak tenaga hukum lokal yang memahami kebutuhan daerahnya sendiri.
Bagi KNAI, dukungan itu juga bisa menjadi modal untuk memperluas pengaruh organisasi di tingkat nasional. Jika rencana pembangunan berjalan sesuai target, langkah ini berpotensi menjadi salah satu kontribusi paling menonjol Pablo Benua dalam fase barunya di dunia hukum.
Baca selengkapnya di: www.suara.com