Lay EXO kembali menjadi sorotan global setelah konser solonya resmi diakui Guinness World Records. Pencapaian itu datang dari tur terbarunya di Beijing, yang menampilkan instalasi panggung spektakuler berupa gulungan LED tarik terpanjang yang pernah digunakan dalam konser solo.
Rekor tersebut dicatat dalam kategori “Longest Retractable LED Scroll Used in a Solo Concert” atau gulungan LED yang dapat ditarik terpanjang yang digunakan dalam konser solo. Menurut laporan yang beredar, layar raksasa itu memiliki panjang sekitar 110 meter atau setara 360 kaki 10 inci dan dipakai dalam tur bertajuk “The 2025 Lay EXO GRANDLINE 5 Monkey King Rocking The Heavenly Palace Tour”.
Rekor Dunia yang Lahir dari Konser Solo
Guinness World Records mengakui inovasi panggung Lay karena menghadirkan elemen visual yang tidak lazim untuk konser solo. Instalasi LED berbentuk scroll itu bukan hanya berfungsi sebagai layar, tetapi juga menjadi bagian penting dari narasi pertunjukan.
Penggunaan format scroll ini membuat konser memiliki identitas visual yang kuat dan berbeda dari produksi panggung pop pada umumnya. Dalam konteks industri hiburan modern, pencapaian seperti ini menegaskan bahwa konser solo kini bisa menjadi ruang eksperimen teknologi dan seni yang sangat serius.
Inovasi yang Menggabungkan Budaya dan Teknologi
Konsep panggung Lay menarik perhatian karena memadukan inspirasi budaya dengan pendekatan futuristik. Desainnya terinspirasi dari kisah Monkey King, sehingga visual konser terasa seperti perpaduan antara mitologi klasik dan pertunjukan digital masa kini.
Pendekatan itu memberi pengalaman imersif bagi penonton, terutama karena LED scroll dapat membentang secara otomatis dan mendukung alur cerita pertunjukan. Banyak pengamat menilai, inovasi seperti ini menunjukkan bagaimana artis Asia kini semakin aktif mendorong batas kreativitas produksi live performance.
Mengapa Pencapaian Ini Penting
Pencatatan rekor dunia ini tidak hanya menambah daftar prestasi Lay sebagai solois, tetapi juga memperkuat reputasinya sebagai performer yang serius dalam aspek artistik. Ia selama ini dikenal sebagai penyanyi, penari, dan aktor multitalenta asal China yang memiliki pengaruh besar di industri hiburan Asia.
Dalam industri musik global, unsur visual kini menjadi bagian penting dari nilai sebuah konser. Karena itu, pencapaian Lay relevan bukan hanya bagi penggemar EXO, tetapi juga bagi pelaku industri yang melihat bagaimana teknologi panggung dapat meningkatkan pengalaman audiens.
- Nama artis: Lay EXO atau Zhang Yixing.
- Lokasi pencapaian: Beijing, China.
- Jenis rekor: LED scroll terpanjang yang dapat ditarik dalam konser solo.
- Panjang instalasi: 110 meter.
- Judul tur: “The 2025 Lay EXO GRANDLINE 5 Monkey King Rocking The Heavenly Palace Tour”.
Respons Penggemar dan Dampak ke Industri Hiburan
Bagi penggemar, rekor ini menjadi bukti bahwa Lay terus berupaya menghadirkan pertunjukan yang berbeda dan berkelas. Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan bahwa konser solo bisa memiliki skala produksi yang setara bahkan melampaui ekspektasi banyak orang.
Pihak yang mengikuti perkembangan industri hiburan menilai pencapaian ini dapat menjadi referensi baru dalam perancangan panggung konser masa depan. Dari sisi produksi, penggunaan LED scroll raksasa itu memperlihatkan bahwa pertunjukan live semakin bergerak ke arah pengalaman sinematik, interaktif, dan lebih imersif.
Secara keseluruhan, pengakuan Guinness World Records atas konser solo terbaru Lay EXO menandai babak baru dalam peta pertunjukan musik pop Asia. Dengan kombinasi konsep budaya, teknologi visual, dan produksi panggung berskala besar, Lay kembali menunjukkan bahwa inovasi artistik bisa menjadi pusat perhatian dunia.
Source: www.medcom.id






