Synchronize Fest Buka Panggung Awal, Hindia Hingga Reality Club X Phum Viphurit Hadir

Synchronize Fest kembali menyiapkan panggung besar untuk edisi ke-11 yang akan digelar pada 16, 17, dan 18 Oktober di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Festival ini mengusung semangat “It’s not just a festival, it’s a movement” dan langsung membuka fase pertama lineup dengan deretan nama lintas genre yang menonjolkan kolaborasi, nostalgia, serta energi baru di skena musik Indonesia.

Salah satu sorotan terbesar datang dari kolaborasi Reality Club x Phum Viphurit yang untuk pertama kalinya akan tampil bersama di Synchronize Fest. Ada juga Hindia yang kembali masuk daftar penampil, setelah sebelumnya menjadi salah satu nama yang paling dinanti penonton setiap tahun.

Kolaborasi lintas skena jadi sorotan utama

Fase awal pengumuman lineup menunjukkan arah kurasi yang luas, dari indie, hip-hop, jazz, punk, hingga panggung kolaboratif yang tidak biasa. Synchronize Fest menempatkan kolaborasi sebagai bagian penting dari identitas festival, sekaligus memberi ruang bagi pertemuan antar-musisi yang jarang terjadi di panggung besar.

Reality Club dan Phum Viphurit menjadi salah satu contoh paling menonjol dari konsep itu. Pertemuan mereka berawal ketika Reality Club menjadi band pembuka konser solo Phum Viphurit di Jakarta pada 2019, lalu berkembang menjadi saling kekaguman yang kini berujung pada penampilan bersama di festival ini.

Rizky Febian dan Mahalini juga masuk dalam daftar penampil fase pertama. Pasangan suami istri itu akan membawakan lagu-lagu cinta mereka dalam format panggung yang disebut akan tampil megah dan romantis.

Hindia kembali hadir setelah raih penghargaan AMI Awards

Nama Hindia kembali menjadi magnet utama di Synchronize Fest 2026. Musisi ini datang dengan rekam jejak kuat, termasuk kemenangan di AMI Awards 2025 melalui lima penghargaan untuk album “Doves, 25 On Blank Canvas”, kategori Artis Solo Alternatif Terbaik, serta Video Musik Terbaik lewat “everything u are”.

Hindia selama ini dikenal lewat penampilan yang personal dan emosional. Tiga album studionya, yakni “Menari Dengan Bayangan”, “Lagi Pula Hidup Akan Berakhir”, dan “Doves, 25 on Black Canvas”, membuatnya konsisten berada di daftar penampil yang dekat dengan pendengar lintas generasi.

Dari indie, jazz, hingga hipdut yang sedang naik daun

Alkateri akan tampil lewat format Expanded Session dengan membawa rasa romantis khas post-rock dan indie-pop dari album “Kontemplasi”. Grup asal Bandung ini dikenal lewat komposisi yang mengusung nuansa hangat, sekaligus menghidupkan kembali warna post-rock dan indie-pop Bandung yang sempat meredup.

Basajan hadir sebagai kuartet instrumental eksperimental asal Kabupaten Bandung dengan warna Priangan psychedelic groove yang terinspirasi budaya Sunda. Mereka baru saja merilis album debut “Bewara” dan sebelumnya sempat tampil di Wonderfruit Festival Thailand serta Cue Showcase Festival di Jepang.

Nama lain yang ikut memperkaya fase pertama adalah Habibi Funk, label reissue sekaligus DJ set asal Berlin yang dikenal mengarsip musik Arabic funk, soul, dan jazz era 1960-1980. Kehadirannya diperkirakan memberi warna berbeda di antara deretan musisi lokal dan regional.

Sementara itu, AntiNRML akan membawa rombongan besar dari ekosistem hipdut, atau hip-hop dangdut, yang belakangan mencuri perhatian publik. Kolektif ini menaungi nama-nama seperti Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei, Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters, hingga Bboogie.

Panggung nostalgia, punk, dan regenerasi skena lokal

Synchronize Fest juga menyiapkan sejumlah format spesial yang menekankan perjalanan musik lintas generasi. Indonesian Girl Group akan dihadirkan lewat penampilan Chibi Chibi, Ex-Blink yang berisi Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, dan Sivia, lalu G String, Super Girlies, serta 7icons.

Konsep ini membawa kembali atmosfer girl group era 2010-an yang dikenal lewat sajian dance enerjik, vokal grup, dan lagu-lagu yang lekat di ruang pop arus utama. Beberapa judul seperti “Playboy”, “Diam Diam Suka”, “Love U Kamu”, dan “Aw Aw Aw” juga disebut akan menghidupkan nuansa nostalgia.

Di sisi lain, ada pertunjukan punk bertajuk Punk Sejak Dini bersama Sakinah Mawaddah Warahmah, Sukses Lancar Rejeki, dan Sukatani. Format ini menonjol karena menghadirkan regenerasi punk dari usia sekolah dasar hingga dewasa dalam satu panggung yang sama.

Perunggu juga kembali masuk daftar penampil, membawa lagu-lagu dari “Memorandum” dan “Dalam Dinamika”. Band yang dikenal sebagai “band pulang kantor” ini kerap menghadirkan pertunjukan yang emosional dan mengajak penonton larut bersama.

Nama-nama yang memperkuat karakter festival

Deretan penampil lain mempertegas karakter Synchronize Fest sebagai ruang lintas warna musik. Mardial & Friends akan tampil bersama A. Nayaka, Dzulfahmi, Laze, Obyrins, Ramengvrl, Rizky Inrahim, dan Yacko, sementara Poris Vault Gang hadir membawa energi baru dari skena rap dan hip-hop Tangerang.

Satelit juga masuk daftar, sebagai perayaan regenerasi indie pop Bogor melalui Rrag, Starrducc, Telly Blue, dan The Basement Dry. Sederet band itu mewakili gelombang baru dari kota yang sebelumnya sudah dikenal lewat The Jansen, Texpack, dan Swellow.

Seringai dijadwalkan tampil dengan formasi live terbaru setelah kepergian gitaris Ricky Siahaan, sementara Sigmun hadir lagi di panggung besar setelah lama jarang tampil. The Panturas juga membawa warna surf rock modern yang telah lama menguatkan posisi mereka di skena independen.

Indra Lesmana pun akan membawakan set penuh “Little Things From The Heart” bersama para kolaborator seperti Eva Celia, Teza Sumendra, Monita Tahalea, Michael Jakarimilena, serta LLW yang berisi Barry Likumahuwa, Rafi Muhammad, Kyriz Boogieman, dan Andre Dinuth.

Tiket Synchronize Fest sudah tersedia melalui situs resmi www.synchronizefestival.com dengan harga mulai dari Rp. 550.000 untuk kategori Presale – 3 Day Pass. Dengan line up fase pertama yang memadukan nama besar, kolaborasi unik, dan warna-warna baru, festival ini kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu panggung musik paling dinanti di Jakarta.

Source: www.medcom.id
Terkait