Idgitaf resmi merilis album penuh keduanya yang bertajuk Berusaha di Bawah Hujan setelah lebih dulu melepas tiga single pembuka sejak Oktober 2025 lalu. Lewat album ini, penyanyi bernama asli Gita tersebut ingin menampilkan sisi yang lebih dewasa, baik dalam cara bermusik maupun dalam memaknai hidup.
Album ini dirancang seperti cerita bersambung yang berisi 12 lagu dan menjadi ruang refleksi atas fase baru yang sedang dijalani Idgitaf. Dari proses itu, Gita mengaku banyak belajar memahami kapasitas diri, memperluas cara pandang terhadap karya, dan melihat cinta dengan sudut yang lebih luas.
Perjalanan Emosional dalam Empat Fase
Idgitaf menjelaskan bahwa Berusaha di Bawah Hujan disusun sebagai perjalanan emosional yang terbagi ke dalam empat fase. Fase tersebut dimulai dari menemukan cinta yang terasa menyembuhkan, lalu menikmati kebahagiaan di dalamnya.
Setelah itu, album bergerak ke fase konflik dan keraguan sebelum akhirnya tiba pada tahap menerima dan bertahan bersama segala “hujan” yang datang. Pola cerita seperti ini membuat album terasa lebih utuh karena setiap lagu saling terhubung secara emosional.
Warna Musik yang Lebih Segar
Di album terbarunya, Idgitaf mencoba menghadirkan warna musik yang lebih segar dengan sentuhan country yang dipadukan pop hangat dan ceria khas dirinya. Eksplorasi ini terdengar antara lain dalam lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” dan “Mungkin di Depan Buram”.
Perubahan warna musik itu memperlihatkan keinginan Gita untuk tidak hanya mempertahankan ciri khasnya, tetapi juga membuka ruang baru dalam eksplorasi kreatif. Pendekatan tersebut membuat album ini terasa lebih luas secara musikal tanpa meninggalkan identitas yang sudah melekat pada dirinya.
Lagu yang Punya Makna Personal
Salah satu lagu yang mendapat perhatian khusus adalah kolaborasinya bersama Dere. Idgitaf menyebut lagu itu memiliki makna yang sangat personal dan spesial, sehingga menjadi bagian penting dalam keseluruhan narasi album.
Ada pula “Setengah Langit” yang menurut Gita lahir sebagai ruang dialog dengan diri sendiri. Lagu ini juga ia posisikan sebagai pesan reflektif untuk sesama perempuan, terutama soal cara memandang kebahagiaan dan pengalaman hidup.
“Lagu ini seperti berbicara ke diri kami sendiri sebagai sesama perempuan, bahwa kita cenderung mengkategorikan kebahagiaan dari apa yang ditentukan oleh orang lain,” ujarnya.
Proses Panjang yang Membentuk Kedewasaan
Gita menyebut album ini digarap dalam proses panjang sejak Februari 2025 hingga April 2026. Dalam pengerjaannya, ia bekerja sama dengan sejumlah produser, termasuk Enrico Octaviano, Lafa Pratomo, Michael Rodovan, Ricco, Rama Harto, dan Luthfi Adianto.
Kolaborasi yang cukup luas itu ikut memberi warna pada hasil akhir album dan memperkaya pendekatan musik yang dihadirkan. Idgitaf berharap pendengar bisa merasakan beragam emosi di dalamnya, mulai dari bahagia, sedih, hingga frustrasi.
Ia juga ingin Berusaha di Bawah Hujan menjadi cerminan perjalanan personal yang ia jalani bersama pasangannya. Melalui album ini, Idgitaf menempatkan pengalaman pribadi sebagai bahan utama untuk menyampaikan cerita yang lebih dekat dengan pendengar.
Source: lifestyle.bisnis.com