Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya 2026 resmi mengangkat tema Hikayat Srikandi Nusantara sebagai sorotan utama pertunjukan tahun ini. Lewat tema tersebut, panggung budaya itu akan menampilkan sosok perempuan melalui gabungan seni budaya, musik, tari, dan teater modern.
Konsep ini diperkenalkan dalam konferensi pers kick off di Main Atrium Grand Indonesia East Mall, Jakarta, Rabu (20/5). Sutradara Pagelaran Sabang Merauke, Rusmedie Agus, menyebut tema itu sebagai bentuk penghormatan terhadap perempuan Indonesia yang punya peran besar dalam kehidupan keluarga dan generasi bangsa.
Srikandi sebagai simbol perempuan kuat
Rusmedie menjelaskan bahwa karakter Srikandi dipilih karena mewakili keberanian, ketangguhan, dan semangat pantang menyerah. Ia menekankan bahwa nilai itu tidak dibatasi oleh gender dan tetap relevan untuk dibawa ke panggung pertunjukan budaya berskala besar.
“Tahun ini kami dedikasikan untuk perempuan, ibu-ibu, dan anak-anak perempuan yang akan meneruskan generasi bangsa,” ujar Rusmedie. Pilihan tema ini juga memperkuat arah pagelaran yang ingin menghadirkan pesan kebudayaan sekaligus refleksi atas peran perempuan dalam kehidupan sosial.
Raisa tampil sebagai Srikandi
Pada pertunjukan utama Pagelaran Sabang Merauke 2026, sosok Srikandi akan diperankan oleh Raisa Andriana. Penyanyi yang dikenal lewat lagu Kali Kedua itu mengaku tertarik karena melihat Srikandi sebagai simbol perempuan yang dekat dengan isu masa kini.
Raisa menyebut tema tersebut memiliki kaitan dengan pembahasan tentang perempuan dan feminisme. Ia juga menilai keterlibatannya dalam pagelaran ini sebagai pengalaman baru karena belum pernah tampil dalam produksi Sabang Merauke sebelumnya.
“Challenge baru buat saya justru menarik karena jadi banyak belajar dari semua elemen yang terlibat di pagelaran ini,” kata Raisa dalam sesi wawancara media. Pengalaman itu membuatnya beradaptasi dengan proses produksi yang berbeda dari penampilan musik pada umumnya.
Yura Yunita kembali hadir sebagai Mahadewi
Selain Raisa, Yura Yunita kembali dipercaya memerankan tokoh Mahadewi setelah sebelumnya tampil pada edisi terdahulu. Yura menilai panggung Pagelaran Sabang Merauke selalu menghadirkan suasana megah sekaligus emosional bagi para pengisi acara.
“Sebagai seniman saya benar-benar senang karena pagelaran ini terasa magis,” kata Yura. Ia juga mengingat pengalaman ekstrem pada pertunjukan sebelumnya, termasuk saat bernyanyi dari ketinggian di atas properti naga raksasa.
Pengalaman itu membuat Yura penasaran dengan kejutan yang akan dihadirkan dalam produksi tahun ini. Kehadiran kembali dirinya di panggung yang sama juga mempertegas kesinambungan peran seniman dalam membangun narasi besar pagelaran tersebut.
Pesan untuk penonton perempuan
Dalam penjelasannya, Yura turut menyoroti makna tema perempuan yang diangkat melalui Hikayat Srikandi Nusantara. Ia berharap penonton perempuan bisa merasakan bahwa semangat Srikandi sebenarnya hidup dalam diri masing-masing.
“Semua kekuatan itu selalu ada dalam diri perempuan dan bisa menjadi penerang,” ujar Yura. Pandangan ini sejalan dengan arah pagelaran yang tidak hanya menampilkan kemegahan visual, tetapi juga membawa pesan tentang kekuatan perempuan Indonesia.
Pagelaran Sabang Merauke 2026 dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang dengan melibatkan ratusan penari budaya, musisi tradisional, paduan suara, dan seniman lintas disiplin dari berbagai daerah Indonesia. Dengan komposisi tersebut, pertunjukan ini diposisikan sebagai ajang kolaborasi besar yang menggabungkan warisan budaya dan pendekatan panggung modern dalam satu sajian.
Source: lifestyle.bisnis.com