Slank bersiap tampil dengan warna berbeda saat myBCA International Java Jazz Festival 2026 digelar. Band yang dikenal lewat energi rock dan lirik bernuansa kritik sosial itu tengah menyiapkan aransemen jazz spesial untuk beberapa lagu andalannya.
Konsep tersebut menjadi langkah baru bagi Slank untuk keluar dari pakem yang selama ini melekat pada identitas musikal mereka. Penampilan itu juga disebut akan menghadirkan sisi lain Slank yang jarang ditampilkan di panggung besar.
Eksplorasi musikal di panggung jazz
Akhadi Wira Satriaji atau Kaka mengatakan penampilan Slank kali ini akan memberi pengalaman yang tidak biasa bagi penonton. Dalam konferensi pers di Swissotel Jakarta PIK Avenue, Senin (25/5/2026), Kaka menyebut momen itu sebagai kesempatan langka untuk melihat Slank membawakan musik dengan pendekatan jazz.
“Ya, kapan lagi mau nonton Slank tapi mainnya nge-jazz. Enggak akan ditemuin di tempat lain,” ujar Kaka.
Ia menambahkan, aransemen yang disiapkan bukan sekadar mengubah lagu-lagu Slank menjadi berbalut jazz. Setlist dirancang khusus agar penonton mendengar sajian yang berbeda dan lebih segar.
Kembali ke Java Jazz setelah 17 tahun
Kehadiran Slank di Java Jazz Festival 2026 juga menandai penampilan kedua mereka di ajang tersebut. Sebelumnya, Slank pernah tampil di Java Jazz pada 2009.
Kaka menyebut jeda panjang itu membuat penampilan tahun ini terasa istimewa. Menurutnya, persiapan Slank kali ini dibuat lebih matang dan serius dibandingkan aksi mereka sebelumnya di festival yang sama.
“Pokoknya kita kasih sesuatu yang orang belum pernah denger. Beda lagi dengan yang 2009,” kata Kaka.
Festival pindah venue dan hadirkan banyak nama besar
Java Jazz Festival tahun ini memasuki edisi ke-21 dan akan berlangsung pada 29–31 Mei 2026. Festival tersebut juga hadir dengan suasana baru setelah berpindah ke venue anyar di NICE, PIK 2, Tangerang.
Selain Slank, deretan musisi internasional ikut meramaikan panggung. Jon Batiste, peraih delapan Grammy Awards, dijadwalkan tampil dalam special show pada Jumat, 29 Mei 2026.
Nama lain yang turut masuk daftar adalah wave to earth dari Korea Selatan, Ella Mai, dan Daniel Caesar. Wave to earth dan Ella Mai dijadwalkan tampil pada Sabtu, 30 Mei 2026, sedangkan Daniel Caesar akan mengisi special show pada Minggu, 31 Mei 2026.
Di sisi lain, sejumlah musisi dalam negeri juga hadir, termasuk RAN, Bilal Indrajaya, dan Ziva Magnolya. Kehadiran mereka memperkuat karakter Java Jazz Festival sebagai panggung yang membuka ruang bagi berbagai warna musik dan lintas generasi.
Source: lifestyle.bisnis.com