Busan Diambang Lonjakan Harga, Korsel Siapkan Sanksi untuk Hotel saat Konser BTS

Pemerintah Korea Selatan menyiapkan langkah tegas terhadap hotel dan pelaku usaha akomodasi di Busan yang diduga menaikkan harga secara berlebihan menjelang konser BTS. Kebijakan ini muncul setelah pemerintah menerima laporan soal tarif penginapan yang melonjak tidak wajar di kota pelabuhan tersebut.

Kementerian Keuangan dan Ekonomi Korea Selatan menyampaikan rencana itu usai rapat gugus tugas antar-kementerian pada Kamis, 28/5. Dalam pernyataan resminya, kementerian menyoroti praktik yang dinilai merugikan wisatawan dan penggemar, termasuk pembatalan reservasi sepihak, penarikan biaya berlebihan, dan ketidakpatuhan terhadap tarif yang sudah diumumkan.

Akomodasi alternatif disiapkan

Untuk meredam dampak lonjakan harga, pemerintah akan menyiapkan pilihan penginapan alternatif di wilayah sekitar Busan. Opsi itu mencakup universitas, asrama publik, dan fasilitas keagamaan yang dapat digunakan sebagai tempat menginap dengan biaya murah atau bahkan gratis.

Informasi ketersediaan kamar akan dipublikasikan melalui situs web pariwisata resmi Busan. Langkah ini ditujukan agar wisatawan tetap punya akses akomodasi tanpa harus bergantung pada hotel yang menaikkan tarif secara agresif.

Inspeksi mendadak mulai awal Juni

Pemerintah juga menyiapkan inspeksi mendadak melalui tim investigasi gabungan. Tim ini melibatkan pengawas antimonopoli dan lembaga pajak yang akan turun ke lapangan mulai awal Juni untuk memeriksa praktik harga di sektor akomodasi.

Jika pelanggaran terbukti, sanksi berat akan dijatuhkan. Salah satu opsi yang disebut pemerintah adalah penangguhan operasi bisnis bagi pengelola akomodasi yang melanggar aturan harga.

Presiden Lee Jae Myung sebelumnya sudah memberi peringatan keras pada Rabu. Ia menilai praktik pengisian harga yang berlebihan dapat merusak citra Busan di mata internasional, terutama saat kota itu bersiap menyambut ribuan pengunjung mancanegara.

Sorotan menjelang konser BTS

BTS dijadwalkan tampil di Busan pada 12-13 Juni. Kehadiran grup K-pop itu diperkirakan menarik lonjakan wisatawan, sehingga pemerintah menaruh perhatian besar pada ketersediaan kamar dan kewajaran tarif penginapan.

Pemerintah kota Busan juga akan memperketat inspeksi di berbagai destinasi wisata utama selama periode konser berlangsung. Di saat yang sama, otoritas mengimbau wisatawan segera melaporkan pembatalan reservasi yang tidak adil atau biaya tambahan yang dianggap tidak masuk akal kepada pihak berwenang setempat.

Dengan pengawasan yang diperketat dan ancaman sanksi operasional, pemerintah Korsel ingin memastikan lonjakan kunjungan akibat konser BTS tidak dimanfaatkan oleh pelaku usaha akomodasi untuk meraup keuntungan berlebihan. Langkah itu sekaligus menjadi upaya menjaga kepercayaan wisatawan dan reputasi Busan sebagai kota tuan rumah acara internasional.

Source: mediaindonesia.com
Terkait