Ify Alyssa kembali menunjukkan produktivitasnya di jalur solo lewat single baru berjudul Pindah Pelan Pelan. Lagu ini ia tulis sendiri dan lahir dari rangkaian cerita yang dekat dengan kehidupan banyak orang, termasuk curhatan netizen yang ia temukan saat membaca sebuah kutipan tentang seseorang yang diam-diam berusaha move on di dalam hubungan.
Dari sana, Ify melihat bahwa pengalaman serupa ternyata cukup sering dibagikan di ruang publik. Ia lalu mengolahnya bersama cerita dari orang-orang di sekitarnya menjadi lagu yang membahas kejujuran emosional, kelelahan dalam mempertahankan hubungan, dan momen ketika seseorang mulai menerima bahwa sebuah relasi memang harus berakhir.
Berangkat dari curhatan yang terasa akrab
Ify mengaku tertarik pada sisi manusiawi dari pengalaman itu karena banyak orang pernah merasakannya, tetapi tidak selalu membicarakannya secara terbuka. Dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Ify mengatakan, “Aku merasa itu manusiawi, tapi jarang dibicarakan dengan jujur.”
Latar tersebut membuat Pindah Pelan Pelan tidak hanya menjadi lagu galau biasa, tetapi juga refleksi atas proses emosional yang kerap terjadi diam-diam. Dari curhatan netizen hingga pengalaman orang-orang terdekat, bahan cerita itu kemudian disusun menjadi narasi yang lebih personal dan relevan.
Dikemas intim dan reflektif
Secara musikal, Pindah Pelan Pelan hadir dengan warna pop yang reflektif dan intim. Aransemen yang minimalis membuat liriknya lebih menonjol, sehingga nuansa lagu terasa seperti percakapan yang dekat dengan pendengar.
Pilihan kemasan itu sejalan dengan tema yang dibawa. Lagu ini tidak menampilkan ledakan emosi berlebihan, melainkan menyampaikan rasa lelah, pasrah, dan kejujuran batin dengan pendekatan yang tenang.
Melanjutkan perjalanan solo Ify Alyssa
Rilisnya single ini juga menegaskan perjalanan musikal Ify Alyssa di jalur solo yang terus berjalan produktif. Pindah Pelan Pelan hadir setelah dua album yang lebih dulu ia rilis, yakni Pelita Lara dan Menata.
Dengan karya terbarunya ini, Ify kembali memperlihatkan kemampuan menulis lagu yang bertumpu pada observasi sehari-hari. Pendekatan tersebut membuat Pindah Pelan Pelan terasa dekat dengan pengalaman banyak pendengar yang pernah berada dalam hubungan yang perlahan kehilangan arah.
Source: mediaindonesia.com