
Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menyita perhatian publik karena persoalan yang awalnya berkaitan dengan hak bertemu anak setelah perceraian kini melebar ke soal nafkah anak. Di tengah perdebatan itu, Ruben disebut menghentikan pemberian nafkah selama 6 bulan terakhir sebagai bentuk protes karena merasa kesepakatan soal pertemuan dengan anak tidak berjalan sesuai perjanjian.
Persoalan ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan berawal dari keluhan Ruben soal sulitnya bertemu dengan ketiga anaknya. Dari penjelasan kuasa hukumnya, Minola Sebayang, konflik juga menyentuh isu komunikasi, batas kedekatan anak dengan orang-orang di sekitar Sarwendah, sampai besaran nafkah yang disebut mencapai Rp 225 juta per bulan.
Hak Bertemu Anak yang Disebut Tak Berjalan Sesuai Kesepakatan
Minola Sebayang menyebut perjanjian saat perceraian telah mengatur waktu pertemuan Ruben dengan anak-anaknya. Dalam perjanjian itu, Ruben disebut memiliki waktu dua sampai tiga hari dalam sepekan untuk bertemu dan berkumpul dengan anak-anaknya.
Menurut Minola, masalahnya muncul karena aturan itu dinilai tidak dijalankan sebagaimana mestinya sejak awal perceraian. Ia juga menegaskan bahwa pertemuan dengan ayah bukan hanya hak Ruben, tetapi juga hak anak-anak untuk tetap memiliki kedekatan dengan orang tua kandungnya.
Ruben sendiri mengaku sudah berusaha menghubungi anak-anaknya, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Ia mengatakan komunikasi yang terjalin tidak berjalan baik dan bahkan belum memungkinkan untuk melakukan panggilan video dengan lancar.
Kekecewaan Ruben dan Kekhawatiran soal Kedekatan Anak
Ruben menilai dirinya masih punya posisi penting dalam kehidupan anak-anaknya meski hubungan rumah tangga dengan Sarwendah sudah selesai. Ia menegaskan status sebagai ayah tidak berubah dan tetap ingin terlibat dalam kehidupan ketiga anaknya.
Di sisi lain, Ruben juga menyoroti kedekatan anak-anak dengan Giorgio Antonio, yang disebut sebagai kekasih baru Sarwendah. Ruben menilai perkenalan yang terlalu jauh kepada anak-anak sebaiknya dibatasi selama belum ada ikatan pernikahan yang sah.
Minola ikut menyuarakan kekhawatiran serupa. Ia menilai pembatasan komunikasi dan pertemuan bisa membuat anak-anak kehilangan kedekatan emosional dengan ayah mereka, bahkan berisiko salah memahami sikap Ruben.
Nafkah Rp 225 Juta per Bulan Jadi Bagian dari Polemik
Di tengah sengketa soal pertemuan dengan anak, muncul sorotan atas nafkah yang selama ini disebut diberikan Ruben. Minola mengungkap angka yang disebut mencapai Rp 225 juta per bulan untuk ketiga anak mereka, yakni Betrand Peto, Thalia Onsu, dan Thania Onsu.
Ia mengatakan nafkah itu tidak hanya mencakup kebutuhan dasar dan pendidikan anak, tetapi juga pengeluaran lain yang diajukan oleh pihak Sarwendah. Minola bahkan menyinggung adanya biaya seperti uang plastik sampah sebesar Rp 9 juta per bulan, yang menurutnya tidak berkaitan langsung dengan pemeliharaan dan pendidikan anak.
Pernyataan itu digunakan untuk menegaskan alasan di balik protes Ruben. Menurut Minola, kliennya merasa tetap menjalankan kewajiban finansial, tetapi hak untuk bertemu dan berkumpul dengan anak justru tidak diperoleh sesuai kesepakatan.
Penghentian Nafkah Selama 6 Bulan
Puncak konflik terjadi saat pihak Ruben mengakui bahwa pemberian nafkah untuk anak-anak dihentikan selama 6 bulan terakhir. Minola menjelaskan langkah itu diambil sebagai bentuk protes karena Ruben merasa kewajibannya terus dijalankan, sementara haknya tidak dipenuhi.
Ia menyebut kebijakan penghentian nafkah mulai diterapkan sejak Desember 2025. Menurutnya, keputusan itu muncul karena Ruben ingin menunjukkan bahwa kewajiban dan hak seharusnya berjalan seimbang.
Minola juga membantah anggapan bahwa Ruben tidak berupaya berkomunikasi soal anak-anak. Ia menyebut ada bukti bahwa Ruben sudah mencoba menghubungi Sarwendah, namun komunikasi itu dianggap tidak berjalan mulus.
Ruben Siap Mengambil Alih Pengasuhan
Di tengah polemik yang belum mereda, Ruben bahkan menyatakan kesediaannya mengambil alih pengasuhan anak bila Sarwendah merasa tidak sanggup. Sikap itu disampaikan Ruben melalui video call yang dikutip kuasa hukumnya.
Ruben juga mengaku sedih karena persoalan yang menurutnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan justru berkembang menjadi konsumsi publik. Ia mengatakan selama ini memilih diam selama dua tahun, tetapi akhirnya bicara untuk meluruskan hal yang dinilainya sudah melebar ke arah pembunuhan karakter.
Cara Ruben Mengelola Rasa Rindu pada Anak
Ruben mengaku punya cara sendiri untuk mengatasi rasa rindunya kepada anak-anak. Ia memilih mendatangi panti asuhan dan bermain dengan anak-anak sebelum menjalankan pekerjaan.
Langkah itu, menurut Ruben, membantunya lebih tenang dan tidak membawa suasana sedih ke acara yang dibawakannya. Ia menilai apa yang sedang dialaminya sebagai ujian hidup yang harus dijalani dengan sabar.
Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah kini terus dikaitkan dengan tiga isu utama, yaitu hak bertemu anak, kedekatan anak dengan lingkungan baru, dan nafkah yang disebut mencapai Rp 225 juta per bulan. Selama kesepakatan soal pengasuhan belum menemukan titik temu, persoalan ini masih menjadi perhatian publik karena menyangkut hubungan orang tua dan anak pascaperceraian.
Source: www.beritasatu.com








