Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, membantah tudingan yang menyebut kliennya menghina atau merendahkan Ruben Onsu saat melakukan siaran langsung di TikTok. Ia menegaskan, pernyataan yang beredar di media sosial tidak secara langsung menyebut nama Ruben, sehingga tidak tepat jika langsung diarahkan kepada mantan suami Sarwendah itu.
Pernyataan klarifikasi itu disampaikan Chris dalam konferensi pers daring pada Kamis (4/6/2026). Ia meminta publik tidak buru-buru menafsirkan cuplikan video yang viral sebagai bentuk sindiran kepada Ruben Onsu.
Klarifikasi soal isi video yang beredar
Chris menilai video tersebut bisa dipahami dengan beragam tafsir, tetapi isi ucapan Sarwendah tidak ditujukan kepada Ruben Onsu. Ia menekankan bahwa dalam potongan video yang ramai dibicarakan, tidak ada penyebutan nama Ruben secara eksplisit.
“Video itu bisa saja dipersepsikan berbeda-beda. Tetapi menurut saya, perkataan Sarwendah dalam video itu tidak ditujukan untuk RO. Kan tidak sebut nama,” ujar Chris Sam Siwu.
Ia juga meminta warganet berhenti memotong atau memelintir isi video hingga menimbulkan persepsi yang jauh dari konteks awal. Menurutnya, pembacaan yang terlalu cepat terhadap potongan video justru berpotensi memperkeruh situasi.
Tidak ada penyebutan nama secara langsung
Dalam penjelasannya, Chris kembali menegaskan bahwa Sarwendah tidak mengucapkan kata “Ruben” dalam video yang kini ramai diperbincangkan. Ia menyebut isi pembicaraan dalam video itu lebih mengarah pada cerita umum, bukan serangan kepada sosok tertentu.
“Saya klarifikasi tidak pernah ada kata ‘Ruben’ ya, jadi jangan sampai itu dipelintir lagi, karena saya pelajari juga dalam video itu tidak mengucapkan kata Ruben sama sekali,” kata Chris. Ia menambahkan bahwa pembicaraan itu kemungkinan hanya berkaitan dengan teman atau manajemen yang sedang dibahas Sarwendah.
Chris juga menilai tidak ada yang keliru dari isi ucapan yang disampaikan kliennya. Menurut dia, pernyataan yang disorot publik masih berada dalam konteks percakapan umum dan belum mengarah pada individu tertentu.
Sarwendah disebut memilih diam
Lebih lanjut, Chris mengaku tidak mengetahui kondisi emosional Sarwendah saat melakukan live streaming tersebut. Ia menyebut kliennya selama ini cenderung memilih diam dan tidak banyak menanggapi persoalan yang muncul di ruang publik.
“Klien saya selama ini kan diam ya, tidak pernah bicara. Bahkan video yang sekarang lagi viral pun itu sebenarnya juga baru satu kali ini dan tidak ditujukan kepada siapa pun,” ujarnya.
Chris mengatakan, Sarwendah hanya bercerita dalam siaran langsung itu dan subjek pembicaraannya bersifat umum. Ia menyebut objek pembicaraan, jika merujuk pada isi video, lebih kepada laki-laki atau “cong” secara umum, bukan nama orang tertentu.
Respons terhadap reaksi publik
Menurut Chris, bila ada pihak yang merasa tersinggung, hal itu bisa saja muncul karena tafsir masing-masing. Namun, ia menilai video tersebut tetap tidak memuat penyebutan nama yang bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya penghinaan terhadap Ruben Onsu.
“Kalau pun ada pihak-pihak yang merasa ya mungkin itu suatu ketidaksengajaan ya. Tetapi ya menurut saya video itu sama sekali tidak menyebutkan nama ya. Masih clear lah ya,” tutupnya.
Polemik ini muncul setelah cuplikan live TikTok Sarwendah menyebar luas dan memicu beragam komentar dari warganet. Di tengah reaksi yang berkembang, pihak kuasa hukum meminta publik melihat isi video secara utuh agar tidak terjadi salah tafsir terhadap percakapan yang disampaikan Sarwendah.
Source: www.beritasatu.com