Antusiasme penggemar BTS di Indonesia kembali memuncak saat tiket konser BTS ARIRANG World Tour Jakarta 2026 pada sesi ARMY Membership Presale langsung habis terjual. Penjualan yang dibuka pada 9 Juni 2026 itu disebut ludes dalam sekitar 20 menit, dengan antrean daring yang dikabarkan mencapai lebih dari 500 ribu pengguna.
Di tengah tingginya minat itu, muncul polemik baru karena tiket konser mulai dijual ulang oleh oknum dengan harga yang jauh melampaui harga resmi. Kondisi ini membuat banyak ARMY kecewa, terutama karena tiket yang baru sold out justru sudah beredar lagi di platform resale dengan banderol yang dinilai tidak masuk akal.
Tiket resmi yang habis cepat langsung masuk pasar resale
Pantauan Medcom.id di Threads pada Rabu, 10 Juni 2026 menunjukkan beberapa tiket BTS Jakarta 2026 ditawarkan kembali dengan kenaikan harga yang sangat tinggi. Sejumlah penjual bahkan memasarkan tiket dengan harga dua sampai tiga kali lipat dari harga asli.
Kategori CAT 3 yang harga resminya sekitar Rp2,1 juta terlihat ditawarkan ulang hingga Rp8,5 juta. Sementara tiket VIP yang semula dijual sekitar Rp5 juta muncul kembali di pasar resale dengan harga mencapai Rp13,5 juta.
Keluhan ARMY soal dugaan jalur orang dalam
Praktik jual-beli ulang itu ikut memancing reaksi dari para penggemar yang masih belum berhasil memperoleh tiket. Salah satu unggahan yang ramai dibahas datang dari akun Threads @septiarizky, yang menampilkan tangkapan layar dugaan penawaran tiket melalui jalur orang dalam sebelum penjualan resmi berlangsung.
“Ditawarin tiket BTS JALUR ORDAL sama langganan aku beli tiket konser guys,” tulis akun tersebut pada 23 Mei 2026. Unggahan itu menambah sorotan terhadap dugaan adanya akses tidak wajar dalam peredaran tiket konser.
Sindiran publik terhadap harga yang melonjak
Kritik juga datang dari penyiar radio sekaligus mantan VJ MTV Indonesia, Adit Insomnia. Melalui akun Threads @adit_insomnia, ia menyinggung harga tiket resale yang dinilai terlalu tinggi dan tidak masuk akal.
“Yang jual tiket BTS Tribune 15 juta. Mau bikin jalur flying fox kali ke panggung,” tulisnya. Sindiran tersebut memperlihatkan besarnya kekesalan publik terhadap penjual yang memanfaatkan kelangkaan tiket untuk meraup untung besar.
Akun lain, @miledelouvre, juga terlihat menawarkan sejumlah kategori tiket dengan harga di atas nominal resmi. Dalam unggahannya, tiket disebut sudah “secured” dalam waktu singkat dan bahkan dibantu hingga proses penukaran tiket fisik.
Sikap penggemar terhadap alasan reseller
Di sisi lain, sebagian ARMY menilai alasan reseller yang mengaku salah checkout atau membeli terlalu banyak tidak bisa dibenarkan jika kemudian tiket dijual dengan margin besar. Salah satu akun, @vernicaaudian, menulis kritik terhadap praktik tersebut dan menyebut kenaikan harga 1 hingga 2 kali lipat sebagai upaya mencari keuntungan, bukan kesalahan belaka.
Reaksi itu menunjukkan bahwa persoalan bukan hanya soal sulitnya mendapatkan tiket, tetapi juga soal keadilan akses bagi penggemar yang benar-benar ingin menonton konser. Banyak penggemar pun masih menaruh harapan pada sesi General On Sale yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026, pukul 12.00 WIB.
Harapan masih tertuju pada penjualan umum
Dengan presale yang sudah habis dan pasar resale yang semakin ramai, perhatian para penggemar kini bergeser ke penjualan umum. Sesi tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi banyak ARMY di Indonesia untuk mendapatkan tiket resmi tanpa harus berhadapan dengan harga jual ulang yang melonjak tajam.
Source: www.medcom.id