Drama Korea tidak hanya kuat di cerita dan akting, tetapi juga di detail dunia hiburannya. Sejumlah grup fiktif yang lahir dari drakor bahkan benar-benar naik ke panggung acara musik sungguhan dan tampil seperti idola asli.
Fenomena ini menunjukkan betapa seriusnya produksi drama Korea membangun karakter dan konsep musik di dalam cerita. Dari panggung M! Countdown sampai SBS Inkigayo, grup-grup rekaan itu berhasil menarik perhatian penonton di luar layar.
Eclipse dan ledakan popularitas Lovely Runner
Salah satu contoh paling mencolok datang dari Eclipse, band fiktif dalam Lovely Runner. Grup ini ikut tampil di panggung MAMA Awards 2024, dan Byeon Woo Seok membawakan lagu “Sudden Shower”.
Momen itu memperkuat posisi Lovely Runner sebagai drakor yang viral sekaligus punya daya tarik musik yang kuat. Kehadiran Eclipse di panggung nyata membuat batas antara fiksi dan pertunjukan hiburan terasa semakin tipis.
Dari drakor terbaru ke panggung musik mingguan
Migak Boys juga masuk daftar grup fiktif yang berhasil mencuri perhatian. Mereka muncul dalam The Legend of Kitchen Soldier lalu tampil di M! Countdown pada 11 Juni 2026.
Hi-Boyz mengikuti jejak serupa setelah tampil singkat di Resident Playbook. Meski kemunculannya tidak lama, grup ini meninggalkan kesan mendalam dan kemudian tampil di M! Countdown.
Two Sagye membawa konsep band kampus dari Spring of Youth ke panggung musik sungguhan. Grup ini membawakan lagu “See You Later” di SBS Inkigayo sebagai ajang promosi.
Imitation dan kekuatan dua grup fiktif sekaligus
Drama Imitation menjadi salah satu judul yang paling banyak melahirkan grup fiktif berpengaruh. SHAX, yang terdiri dari idol KPop asli, tampil di Music Bank di KBS dan membawakan lagu “MALO”.
Masih dari drama yang sama, Tea Party juga mendapat kesempatan tampil di Music Bank. Girlgroup fiktif itu memperlihatkan bahwa konsep grup rekaan bisa diperlakukan dengan serius sampai ke level panggung musik.
Kehadiran dua grup sekaligus dari satu drama menegaskan kuatnya elemen industri hiburan dalam Imitation. Drama ini tidak hanya membangun cerita, tetapi juga merancang performa yang cukup meyakinkan untuk dibawa ke acara musik.
Dari KCON sampai nostalgia OST drama lama
Dream Sweet hadir sebagai bagian dari Doona dan tampil live di KCON Japan 2022. Bae Suzy dan Go Ah Sung ikut tampil bersama dalam bentuk grup tersebut, yang juga terhubung dengan proses syuting drama.
Nama A.N.JELL juga masih sering disebut di antara grup fiktif paling ikonik. Band utama dari You’re Beautiful itu pernah tampil spesial di SBS Inkigayo, dan lagu mereka dianggap sebagai salah satu OST terbaik pada masanya.
Kedua contoh ini menunjukkan bahwa grup fiktif tidak selalu hanya hidup di dalam drama. Dalam beberapa kasus, mereka mendapat ruang tampil yang benar-benar nyata di panggung hiburan besar.
Mengapa grup fiktif bisa terasa begitu hidup
Daya tarik utama grup-grup ini ada pada totalitas produksi drama Korea. Adegan, konsep musik, dan identitas grup dibangun dengan sangat rapi sehingga mudah meninggalkan kesan kuat pada penonton.
Karena itulah, ketika mereka muncul di acara musik sungguhan, respons yang muncul terasa alami. Penonton tidak sekadar melihat karakter fiksi, tetapi juga melihat bentuk lain dari kerja kreatif drama Korea yang dibawa ke dunia nyata.
Source: www.idntimes.com






