Rieke Diah Pitaloka kembali hadir di layar lebar lewat film Seni Merayu Tuhan di tengah kesibukannya sebagai anggota DPR. Keterlibatannya di proyek ini tidak mengganggu tugas parlemen karena jadwal syuting diatur hanya pada akhir pekan atau di luar agenda kedewanan.
Aktris yang juga menjabat di Komisi XIII DPR RI itu menyebut porsi syutingnya tidak panjang. Ia mengatakan proses pengambilan gambar hanya berlangsung sekitar tiga sampai lima hari dan kebanyakan dilakukan saat akhir pekan, sehingga masih bisa disesuaikan dengan aktivitas politiknya.
Alasan Rieke menerima proyek ini
Rieke tidak hanya tertarik pada cerita film tersebut, tetapi juga merasa dekat dengan isi naskahnya. Dalam Seni Merayu Tuhan, ia memerankan seorang ibu yang menghadapi perubahan perilaku anak yang mulai beranjak remaja dan tidak lagi betah berlama-lama di rumah.
Kedekatan itu terasa karena situasi serupa juga sedang ia alami dalam kehidupan sehari-hari. Dua anaknya kini sudah duduk di bangku SMP dan SMA, sehingga mulai memiliki kesibukan, dunia sendiri, dan ruang yang lebih mandiri.
Rieke mengaku perubahan itu terjadi begitu cepat. Ia masih mengingat masa ketika kedua anaknya selalu ikut ke mana pun dirinya pergi, termasuk saat menghadiri rapat dan berbagai kegiatan lainnya.
Kisah yang terasa personal bagi seorang ibu
Bagi Rieke, film ini membawa pengalaman emosional yang dekat dengan banyak ibu. Ia menilai fase ketika anak mulai tumbuh dewasa sering membuat orang tua harus belajar menerima jarak yang perlahan muncul sebagai bagian dari proses pendewasaan.
Ia juga menyebut dirinya sempat merasakan kesepian ketika anak-anaknya mulai lebih mandiri. Karena itu, ia merasa naskah film ini seperti mencerminkan isi hatinya sendiri pada masa sekarang.
“Film ini juga sangat penting untuk para ibu,” ujarnya, seraya menekankan bahwa pengalaman tersebut bisa dirasakan oleh banyak perempuan yang tengah menghadapi perubahan hubungan dengan anak-anak remajanya.
Makna cerita bagi orang tua
Lewat film ini, Rieke ingin menunjukkan bahwa perubahan sikap anak bukan berarti kasih sayang kepada orang tua berkurang. Menurutnya, jarak yang mulai tercipta adalah bagian alami dari proses tumbuh dewasa, bukan tanda penolakan terhadap orang tua.
Ia menegaskan bahwa anak yang mulai mandiri tetap berada dalam jalur yang wajar. Dalam pandangannya, orang tua perlu memahami bahwa fase itu adalah bagian dari perjalanan anak menjadi pribadi yang lebih matang.
Senior Merayu Tuhan sendiri merupakan adaptasi dari buku berjudul sama karya Habib Husein Ja’far Al-Hadar. Film drama ini disutradarai Cesa David Luckmansyah dan diproduksi Wahana Kreator.
Film tersebut dibintangi Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, dan Arie Kriting. Seni Merayu Tuhan dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.
