Syuting film Sajen Satu Suro ternyata tidak hanya menghadirkan suasana horor di layar, tetapi juga pengalaman tak biasa di lokasi. Frislly Herlind dan Cinta Brian sama-sama mengaku merasakan kejadian mistis saat produksi berlangsung di sebuah rumah kosong di Yogyakarta.
Lokasi yang disebut punya aura kuat itu sempat membuat situasi di lapangan berubah tegang. Salah satu momen yang paling diingat terjadi ketika genset tiba-tiba mati saat ada adegan berat, lalu aktivitas syuting kembali normal setelah ada tambahan sajen, seperti diceritakan Frislly kepada www.liputan6.com di Kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan.
Pengalaman Cinta Brian di lokasi
Cinta Brian, yang memerankan karakter Jeff, juga merasakan hal serupa saat survei lokasi sebelum syuting dimulai. Ia mengaku seperti ada sosok yang memperhatikannya di area rumah kosong tersebut, terlebih saat proses produksi juga berlangsung di sekitar kuburan tua yang suasananya dinilainya menyeramkan.
Brian bahkan teringat momen ketika Frislly seperti berkomunikasi dengan sesuatu yang tak kasat mata. Menurutnya, Frislly bisa mengetahui hal yang tidak diketahui pemain lain, termasuk menunjuk arah yang disebut pernah ia datangi sebelumnya.
| Pengalaman | Siapa yang Mengalami | Lokasi | Catatan |
|---|---|---|---|
| Genset mati saat adegan berat | Frislly Herlind | Rumah kosong di Yogyakarta | Kembali normal setelah sajen ditambah |
| Merasa ada yang memperhatikan | Cinta Brian | Rumah kosong dan area kuburan tua | Dialami saat survei lokasi dan syuting |
| Dinilai bisa berkomunikasi dengan sesuatu yang tak kasat mata | Frislly Herlind | Lokasi syuting | Membuat Brian merinding |
Frislly ikut menjaga suasana tetap aman
Meski suasana sempat menegangkan, Frislly menegaskan proses syuting tetap berjalan aman hingga selesai. Ia menyebut tidak ada gangguan yang benar-benar berlebihan dan bahkan merasa dirinya bersama Aisyah perlu menjaga dua rekan laki-laki mereka selama produksi.
Film Sajen Satu Suro sendiri bercerita tentang Tania dan tiga sahabatnya yang pergi ke Desa Maduabang untuk menyelamatkan ibunya yang sakit kritis. Misi itu berubah menjadi teror mematikan ketika mereka terjebak dalam ritual malam satu Suro, menghadapi kutukan serta dendam masa lalu.
Pengalaman mistis di balik produksi ini membuat kisah film tersebut terasa selaras dengan atmosfer ceritanya. Namun, dari pengakuan para pemain, proses syuting tetap dapat dituntaskan tanpa gangguan yang membahayakan kru maupun para pemain.
Source: www.liputan6.com






