Komedian Abdel Achrian akhirnya mendatangi makam Temon di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, setelah kembali dari Amerika Serikat. Di hadapan pusara sahabat sekaligus rekan duetnya itu, Abdel menyampaikan salam perpisahan yang sarat emosi.
Mengenakan kemeja hitam dan celana panjang krem, Abdel terlihat bersimpuh sambil berusaha menahan tangis. Momen tersebut dibagikan melalui media sosialnya dengan iringan lagu “Sesi Potret” milik Enau.
Dalam suasana hening di depan makam, Abdel mengucapkan kalimat singkat untuk Temon. “Maafin gue ya, Mon,” ujar Abdel dalam unggahan yang dikutip pada Sabtu (18/7/2026).
Setelah berdoa, Abdel tidak lagi mampu menyembunyikan harunya di hadapan keluarga dan kerabat mendiang. Kunjungan itu menjadi perpisahan langsung yang baru bisa dilakukan setelah ia pulang dari luar negeri.
Janji yang Ditepati Setelah Pulang dari Amerika Serikat
Abdel tidak dapat menghadiri prosesi pemakaman Temon karena masih berada di Amerika Serikat. Meski demikian, ia telah menyampaikan niat untuk memberi perhatian kepada keluarga sahabatnya itu.
Janji tersebut kemudian diungkapkan kembali oleh Rico, putra mendiang Temon. Rico mengatakan Abdel berkomitmen menjaga ibu dan adik-adiknya setelah kepergian Temon.
“Cing Abdel cuma bisa janji bakal ngejagain sekeluarga, ngejagain mama, adik-adik, semuanya bakal dijagain,” kata Rico. Kedekatan Abdel dengan keluarga Temon disebut telah berlangsung sangat lama, sehingga ia dianggap bukan sekadar rekan kerja ayahnya.
| Peristiwa | Waktu | Lokasi/Keterangan |
|---|---|---|
| Temon meninggal dunia | Minggu, 12/7/2026 | Akibat serangan jantung |
| Pemakaman Temon | Senin, 13/7/2026 | TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan |
| Abdel berziarah | Setelah kembali dari Amerika Serikat | Menyampaikan doa dan perpisahan |
Persahabatan yang Bermula dari Radio
Menurut Rico, persahabatan Abdel dan Temon telah terjalin sejak 1992 saat keduanya masih bekerja sebagai penyiar radio. Hubungan itu kemudian bertahan selama lebih dari tiga dekade, melampaui perjalanan karier mereka di dunia hiburan.
Rico menggambarkan ikatan keduanya sebagai pertemanan yang sudah berlangsung sepanjang usianya. “Pertemanan beliau dengan ayah saya sudah cukup lama, mungkin sudah seperti usia saya yang sekarang, 30 tahun,” ungkap Rico.
Ia menambahkan, Abdel telah diperlakukan layaknya keluarga oleh anak-anak Temon. “Kami semua sudah dianggap Cing Abdel seperti anaknya sendiri karena memang sudah sedekat itu,” jelasnya.
Temon meninggal akibat serangan jantung pada 12 Juli 2026 dan dimakamkan sehari kemudian di TPU Tanah Kusir. Beritasatu.com melaporkan, ketidakhadiran Abdel saat pemakaman bukan mengakhiri kedekatannya dengan keluarga mendiang, melainkan membuat ziarah tersebut terasa semakin emosional.
Kedatangan Abdel di makam Temon menjadi wujud penghormatan atas persahabatan yang telah dibangun sejak awal 1990-an. Permintaan maaf singkat yang diucapkannya di depan pusara sekaligus menandai perpisahan terakhir untuk sahabat lamanya.
Source: www.beritasatu.com






