Adegan satu lapangan yang dipenuhi pemain kesurupan menjadi salah satu bumbu komedi paling tidak biasa dalam film Bapakmu Kiper. Para pemerannya diminta menciptakan sendiri gaya kesurupan mereka, hingga ada yang memilih jungkir balik dan akhirnya muntah karena adegan harus diulang.
Situasi itu juga membuat dua pemain asing kebingungan, termasuk seorang aktor asal Italia. Mereka tidak familier dengan konsep kesurupan, sehingga sempat bertanya apa yang harus dilakukan saat diminta berimprovisasi di tengah adegan.
Film ini menggabungkan dunia sepak bola antar kampung atau tarkam dengan komedi. Unsur yang kerap dikaitkan dengan dunia tarkam, termasuk kepercayaan terhadap dukun, kemudian diolah sebagai elemen cerita yang sengaja dibuat menghibur.
Fedi Nuril, pemeran Warto, mengatakan unsur tersebut bukan ditampilkan untuk menciptakan suasana horor. Adegan kesurupan justru dirancang sebagai ruang bagi para pemain untuk mengeluarkan ekspresi dan gerakan yang berbeda-beda.
“Jadi, sepak bola tarkam ini kan buat orang yang mengikuti, yang paham, ada semacam dukun-dukunan gitu kan. Percaya atau enggak percaya. Tapi dalam film kita masukin untuk menjadi salah satu unsur komedi,” ujar Fedi.
Menurut laporan Liputan6.com, cerita itu disampaikan Fedi saat memperkenalkan film tersebut di Gedung KLY Pusat pada Rabu, 15 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa tidak ada arahan khusus yang mengatur seperti apa setiap pemain harus berakting ketika kesurupan.
Kebebasan tersebut membuat setiap pemeran harus mencari ide sendiri. Fedi menyebut para pemain diminta membayangkan sendiri bagaimana karakter mereka bertingkah saat kesurupan, dan hasilnya menjadi salah satu bagian lucu selama proses syuting.
“Di situ ceritanya pada kesurupan. Tapi semuanya harus ngarang sendiri kira-kira kesurupannya kayak gimana. Nah ini yang lucu,” kata Fedi.
Improvisasi itu ternyata membawa konsekuensi fisik bagi salah satu pemeran. Seorang pemain memilih gaya kesurupan dengan jungkir balik dan salto, tetapi kemudian menyesal karena pengambilan gambar harus dilakukan berulang kali.
Fedi mengenang pemain tersebut sampai muntah setelah menjalani aksinya. “Gue nyesel kesurupan gue jungkir balik, ngapain coba?” kata pemain itu kepada Fedi, seperti diceritakan kembali dalam perbincangan tersebut.
Dua Pemain Asing Hadapi Konsep yang Tidak Familiar
Tantangan berbeda dialami dua pemain asing yang terlibat dalam adegan itu. Seorang berasal dari Italia dan seorang lagi dari Lebanon, sementara keduanya disebut belum memahami makna kesurupan dalam konteks yang digunakan cerita.
| Pemain | Asal | Situasi dalam Adegan |
|---|---|---|
| Pemain asing | Italia | Bingung saat diminta mengimprovisasi orang kesurupan |
| Pemain asing | Lebanon | Bingung saat diminta mengimprovisasi orang kesurupan |
Fedi mengatakan kedua pemain itu sempat bertanya, “Kami ngapain ya?” ketika diminta mengarang gerakan mereka. Pada akhirnya, adegan tersebut menggambarkan satu lapangan penuh orang yang kesurupan.
Kisah Warto dan Mimpi Dino
Di luar adegan komedi tersebut, Bapakmu Kiper berpusat pada Dino yang diperankan Ali Fikry. Remaja itu memiliki hubungan yang tidak akur dengan ayahnya, Warto, yang dimainkan Fedi Nuril.
Warto merupakan mantan kiper tarkam yang lebih dikenal karena blunder dan kekacauan dalam hidupnya. Meski begitu, ia berusaha mendukung impian Dino untuk menjadi pesepak bola profesional.
Untuk membantu anaknya, Warto membentuk tim yang tidak biasa. Kelompok itu berisi hansip, dukun, hingga pencopet yang dikerahkan untuk melatih Dino menghadapi Tarkam Super Cup.
Perjalanan tim tersebut menjadi dasar pertemuan antara cerita keluarga, sepak bola tarkam, dan komedi absurd yang dibawa film ini. Bapakmu Kiper dijadwalkan tayang di bioskop mulai 3 September 2026.
