Tepe Hampir Kumat Epilepsi saat Syuting Adegan Termahal Film Harusnya Horor

Teguh Prakoso atau Tepe mengaku menjalani salah satu tantangan terberat selama terlibat dalam Harusnya Horor. Adegan yang disebut sebagai bagian produksi paling mahal itu membuatnya gemetar hingga hampir mengalami kambuh epilepsi.

Adegan tersebut hanya satu bagian dalam film, tetapi proses pengambilannya berlangsung dari pagi sampai malam. Beban fisik dan emosionalnya membuat Reza “Arap” Oktovian, yang menyutradarai film ini, ikut panik melihat kondisi Tepe.

Satu Adegan dengan Tuntutan Besar

Tepe menjelaskan adegan itu dibuat dengan skala produksi yang lebih mewah atas keinginan langsung Reza Arap. Sang sutradara ingin menghadirkan pengambilan gambar yang terasa besar dan memiliki nilai visual kuat bagi cerita.

“Arap punya idealisme membuat scene itu cukup mewah aja secara produksi, secara shot, itu cukup mewah,” kata Tepe di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. Keinginan tersebut membuat pengerjaan satu adegan memerlukan waktu panjang di lokasi syuting.

Menurut Tepe, durasi kerja sehari penuh itu tidak sebanding dengan jumlah adegan yang direkam. “Salah satu scene yang dari pagi sampai malam, cuma satu scene doang. Itu cukup susah memang scene-nya,” ujarnya.

Tekanan adegan itu tak hanya datang dari lamanya proses produksi, melainkan juga tenaga yang harus dikeluarkan Tepe saat berakting. Ia menyebut kondisinya sampai bergetar ketika menjalani bagian tersebut.

“Jujur sampai gemetar. Hampir kumat (epilepsi) karena adegan itu cukup berat. Memakan tenaga, sampai Arap panik,” ujar Tepe. Pernyataan itu menunjukkan besarnya tuntutan yang ia hadapi untuk menyelesaikan adegan penting dalam film tersebut.

Tepe Dinilai Paling Tepat untuk Peran Itu

Pemain lain, Ibot dan Niko Junius, menilai adegan berat tersebut memang paling sesuai diperankan oleh Tepe. Mereka melihat karakter dan dampak emosional adegan itu tidak akan sama bila dimainkan orang lain.

“Menurut kita memang Tepe yang cocok memerankan scene tersebut. Kalau orang lain enggak seberkesan itu,” tutur Niko. Penilaian itu menegaskan posisi Tepe dalam bagian inti cerita Harusnya Horor.

Reza Arap juga memberikan pujian terhadap totalitas Tepe selama proses produksi. Menurutnya, sejumlah shot dan porsi cerita yang dijalani Tepe menjadi bagian yang sangat berat dalam film ini.

“Kalau core cerita itu Tepe itu, scene-nya itu, shot-shot-nya, ceritanya itu Tepe tuh bener-bener berat banget. Aktingnya sangat-sangat bagus banget,” ujar Reza. Apresiasi tersebut datang setelah Tepe menyelesaikan adegan yang menuntut daya tahan fisik sekaligus pendalaman akting.

Reza Arap Terlibat sebagai Sutradara dan Pemain

Selain menyutradarai, Reza Arap juga membintangi Harusnya Horor bersama mendiang Lula Lahfah dan anggota AAA Clan lainnya. Reza meyakini Tepe menjadi salah satu anggota AAA Clan yang dapat memiliki rekam jejak panjang di industri perfilman Indonesia.

Menurut laporan www.medcom.id, film ini mengangkat kisah sekelompok kreator konten yang sedang terlilit masalah keuangan. Mereka kemudian terpaksa bekerja sama dengan hantu wibu yang minder dan justru takut kepada manusia.

Premis tersebut menempatkan unsur komedi dan horor dalam satu cerita yang berpusat pada kelompok kreator konten. Di tengah situasi keuangan yang sulit, pertemuan mereka dengan sosok hantu itu menjadi jalan cerita utama film.

Harusnya Horor dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 20 Agustus 2026. Adegan yang dijalani Tepe menjadi salah satu bagian yang disorot karena skala produksinya serta tantangan besar yang harus ia lewati.

Source: www.medcom.id
Terkait