Dua lagu bernuansa spiritual, Sapu Jagat dan Sujud, menjadi momen puncak kolaborasi Mario Zwinkle dan Matter Mos di Saemen Fest 2026. Kedua lagu itu dimainkan berurutan di panggung Imba Space, Stadion Kridosono, Yogyakarta, pada Minggu (19/7/2026).
Penampilan tersebut hadir di tengah konsep kolaborasi khusus yang menjadi pembeda Saemen Fest tahun ini. Mario Zwinkle dan Matter Mos tampil selama kurang lebih satu jam dengan membawakan lagu masing-masing secara bergantian.
Dua Panggung yang Terus Hidup
Saemen Fest 2026 mengandalkan dua panggung utama, yakni Echo Stage dan Imba Space. Keduanya memakai konsep back-to-back agar pertunjukan musik dapat berlangsung tanpa jeda panjang.
| Panggung | Konsep | Penampilan yang Disebut |
|---|---|---|
| Imba Space | Terhubung dengan jadwal panggung lain secara back-to-back | Mario Zwinkle x Matter Mos |
| Echo Stage | Terhubung dengan jadwal panggung lain secara back-to-back | Nadin Amizah |
Creative Director Saemen Fest sekaligus founder Hectic Creative, Gervian Riandra, menjelaskan tujuan konsep tersebut dalam konferensi pers di Cafe Noted, Jogja, pada Selasa (30/6/2026). “Kami ingin menghadirkan pengalaman festival yang lebih intens, dengan panggung yang terus hidup,” ujarnya.
Festival lintas genre ini disebut hadir lebih besar setelah edisi 2024 dan 2025. Seluruh tiket Saemen Fest 2026 telah habis terjual sebelum acara berlangsung, dengan sekitar 20.000 penonton memadati Stadion Kridosono.
Mario Zwinkle Membuka, Matter Mos Menambah Energi
Mario Zwinkle membuka penampilannya dengan lagu Diyu dan Knows Me Better. Rapper asal Yogyakarta itu tampil mengenakan topi baret kuning serta kaus berwarna senada.
Antusiasme penonton tetap terasa meski pertunjukan berlangsung di bawah sinar matahari sore yang menyengat. Setelah dua lagu pembuka, Mario mengundang Matter Mos untuk naik ke panggung.
Matter Mos kemudian membawakan Talisman untuk melanjutkan set kolaborasi tersebut. Lagu itu menyuntik energi baru bagi penonton yang memenuhi area panggung Imba Space.
Menurut www.suara.com, kolaborasi keduanya berakhir ketika hari mulai senja. Tidak lama setelah itu, Nadin Amizah mulai tampil di Echo Stage untuk menghibur penonton.
Kolaborasi Jadi Pembeda Festival
Selain Mario Zwinkle dan Matter Mos, Saemen Fest 2026 juga menampilkan kolaborasi The Melting Minds bersama Soloensis. Dua proyek kolaborasi itu menjadi bagian dari konsep yang diusung penyelenggara pada tahun ini.
Secara keseluruhan, ada 12 musisi dan band yang memeriahkan festival tersebut. Deretan penampilnya mencakup Skandal, Lomba Sihir, Nadin Amizah, .Feast, FSTVLST, Hindia, 510, hingga Vierratale.
Rangkaian pertunjukan dibuka oleh Skandal dan dilanjutkan Lomba Sihir sebelum Mario Zwinkle x Matter Mos naik ke panggung. Setelah penampilan Nadin Amizah, jadwal berlanjut dengan The Melting Minds x Soloensis, .Feast, FSTVLST, Hindia, 510, dan ditutup Vierratale.
Perpaduan jadwal dua panggung serta kolaborasi lintas musisi membuat penonton tidak hanya menunggu satu nama utama. Momen Sapu Jagat dan Sujud yang bergema beruntun pun menjadi salah satu bagian paling menonjol dari gelaran tersebut.
Source: www.suara.com






