Momen penting terjadi pada Rabu, 2 Juli 2025, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ketika Vadel Badjideh, terdakwa dalam kasus dugaan tindak asusila, bertemu dengan Nikita Mirzani dan putrinya, Laura Meizani Mawardi, alias Lolly, dalam satu ruang sidang. Pertemuan ini menjadi iklan perhatian publik, mengingat keduanya memiliki hubungan yang kompleks; Vadel adalah kekasih Lolly, namun mereka sebelumnya belum pernah bertatap muka, terutama dengan Nikita yang merupakan ibunya.
Laura Meizani menjadi orang pertama yang memasuki ruang sidang, disusul oleh Nikita Mirzani yang dihadirkan dari ruang tunggu tahanan untuk memberikan kesaksian sebagai saksi pelapor. Vadel, hadir dengan mengenakan kemeja tahanan, menjadi orang terakhir yang masuk ke dalam ruang sidang, digiring oleh petugas kejaksaan. Dalam momen ini, Vadel menyatakan rasa syukurnya atas pertemuan yang telah lama dinantikan.
“Alhamdulillah, bisa ketemu ibunya sekarang,” ungkap Vadel dengan raut wajah yang sulit diartikan. Ia juga mengungkapkan, momen ini adalah sesuatu yang ia harapkan, mengingat hubungan antara dirinya dan Lolly selama ini terjalin tanpa pernah bertatap muka dengan Nikita. “Iya, ditunggu-tunggu. Kebetulan dari awal pacaran nggak pernah ketemu,” tambahnya.
Meskipun demikian, Vadel enggan memberikan komentar lebih lanjut mengenai apa yang akan ia sampaikan di ruang sidang, memilih untuk menyimpan semua pernyataan untuk disampaikan di hadapan majelis hakim. Ia hanya menyatakan, “Nanti aku ngomong di dalam aja.”
Sidang kali ini merupakan kelanjutan dari laporan yang diajukan oleh Nikita Mirzani terhadap Vadel di Polres Metro Jakarta Selatan pada September 2024. Vadel ditetapkan sebagai tersangka pada 13 Februari 2025 dan kini dihadapkan pada dakwaan serius berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak. Jaksa penuntut umum menuduh Vadel melanggar Pasal 76D juncto Pasal 81 ayat (1) yang mengatur mengenai persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Jika terbukti bersalah, ia menghadapi ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Sebelumnya, Vadel sempat membantah tudingan yang dilayangkan oleh Nikita. Namun, saat menghadiri sidang pembacaan dakwaan, ia mulai menunjukkan penyesalan dan meminta maaf atas segala kegaduhan yang ditimbulkan. “Vadel juga meminta maaf atas kegaduhan yang sudah terjadi kemarin, yang Vadel berbohong kepada publik,” tuturnya.
Menariknya, meskipun ada rasa penyesalan, Vadel merasa terdesak untuk tidak menjelaskan lebih lanjut perihal kesaksiannya saat ditanya oleh awak media sebelum sidang. Ia menyatakan, “Paling nanti setelah sidang aja ya,” menegaskan keinginan untuk mengungkapkan semua informasi di ruang sidang.
Pertemuan ini juga menandai momen emosional bagi ketiga individu tersebut, yang harus menghadapi kenyataan pahit dari situasi yang mereka hadapi saat ini. Nikita dan Lolly, meskipun berstatus sebagai korban, tengah berada dalam suasana yang sangat menegangkan menghadapi proses hukum ini.
Dari informasi yang ada, penanganan kasus ini sudah berlangsung cukup lama dan mencakup berbagai lapisan hukum yang kompleks. Vadel Badjideh kini ditahan di Rutan Cipinang selama proses persidangan, sementara publik menunggu dengan penuh harap tentang bagaimana kasus ini akan berlanjut. Sidang ini akan menjadi penentu tak hanya bagi Vadel tetapi juga bagi Nikita dan Lolly, yang menghadapi segala konsekuensi dari tindakan yang dituduhkan.
Saat ini, sidang pemaparan keterangan Nikita Mirzani dan Lolly sebagai saksi pelapor serta korban tindak asusila Vadel Badjideh masih berlangsung secara tertutup, menjadikan situasi semakin menarik perhatian masyarakat untuk mengikuti perkembangan selanjutnya.







