Kronologi Keracunan Makanan Anak Roro Fitria Usai Makan Salmon di Hotel Bintang 5

Shopee Flash Sale

Keluarga Roro Fitria baru-baru ini mengalami peristiwa mengejutkan ketika anaknya, Muhammad Sulthan Al-Fathir, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap salmon di sebuah hotel bintang lima di Bandung. Kejadian ini terjadi pada 4 Juli 2025 saat keluarga tersebut menghadiri acara Family Camp. Dalam pernyataannya kepada media, Roro menjelaskan bahwa reaksi pertama muncul hanya sepuluh menit setelah putranya menikmati hidangan salmon.

Roro mengungkapkan, suhu tubuh Baby Sulthan langsung meningkat, disertai pembengkakan pada bibir, muntah, mual, dan demam. “Setelah makan salmon, sekitar 10 menit kemudian badannya langsung panas. Habis itu bibir mulai membengkak, lalu mual dan muntah,” ungkap Roro. Pada hari berikutnya, kondisi anaknya semakin parah dengan adanya diare yang berulang hingga pagi hari.

Karena keadaan yang memburuk, Roro memutuskan untuk membawa Sulthan ke Rumah Sakit Advent Bandung. Dokter yang menangani memberikan diagnosis bahwa anak berusia dua tahun tersebut mengalami food intolerance, yang disebabkan oleh makanan yang diduga tidak segar atau salah dalam pengolahan. “Ada reaksi alergi yang bisa dikategorikan sebagai food intolerance atau keracunan makanan ringan karena pengolahan yang tidak tepat atau kualitas bahan yang kurang baik,” jelasnya.

Roro menambahkan, pihak hotel tidak menunjukkan itikad baik ketika dihubungi terkait kejadian ini. Kepada Roro, duty manager hotel terkesan acuh dan bahkan meragukan hasil diagnosis dari rumah sakit. “Respons duty manajer sangat tidak menyenangkan. Mereka malah menantang untuk melakukan investigasi rumah sakit dan uji lab,” ungkapnya.

Kejadian ini mengecewakan Roro, mengingat standar layanan hotel bintang lima yang seharusnya menjamin kualitas makanan yang disajikan. “Ini soal kenyamanan dan keselamatan konsumen. Anak saya sampai diinfus berhari-hari, dehidrasi, bibir bengkak, muntah-muntah,” ujarnya.

Merasa tidak puas dengan respons pihak hotel, Roro memutuskan untuk mengambil langkah hukum. Ia telah menunjuk tim kuasa hukum, yang dipimpin oleh Asgar Sjafri, untuk mengatasi masalah ini dan berkomunikasi dengan lembaga perlindungan konsumen. “Kalau bisa diselesaikan baik-baik, Alhamdulillah. Kalau tidak, ya go fight,” tegasnya.

Roro juga meyakinkan bahwa dirinya tidak berlebihan. Ia menuturkan bahwa anaknya tidak memiliki riwayat alergi makanan sebelumnya, dan bahkan menyebut bahwa tekstur salmon yang disajikan tampak tidak layak konsumsi. “Nyai itu hobi masak, tahu mana ikan segar dan tidak. Waktu itu salmon yang disajikan ambiar potongannya,” tuturnya.

Kasus ini menyoroti pentingnya kualitas makanan di tempat-tempat umum, terutama hotel-hotel dengan klasifikasi tinggi. Konsumen berhak mendapatkan layanan dan makanan yang aman untuk dikonsumsi. Sebagai seorang publik figur dan sosialita, Roro Fitria berharap bahwa kejadian ini bisa memberikan pembelajaran bagi pihak hotel dan juga masyarakat luas tentang pentingnya kewaspadaan dalam memilih makanan.

Sebagai penutup, peristiwa ini menciptakan sorotan tidak hanya terhadap Roro Fitria sebagai sosok publik, tetapi juga terhadap tanggung jawab hotel dalam menjaga keamanan dan kesehatan tamu. Dalam kasus makanan, kualitas bahan dan proses pengolahan menjadi tanggung jawab utama bagi penyedia layanan kuliner. Dunia layanan hotel harus mengutamakan keselamatan konsumen agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Berita Terkait

Back to top button