
Aktris Yunita Siregar baru-baru ini mengungkapkan pengalaman mendalam dan emosional yang dialaminya saat memerankan karakter Yuli dalam film horor terbaru, Kitab Sijjin dan Illiyyin. Film yang disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu ini membawa tantangan akting yang signifikan bagi Yunita, mengingat karakter Yuli merupakan salah satu yang paling berat dalam perjalanan kariernya.
Yunita mengaku sempat meragukan kemampuannya untuk menjalani peran ini di awal proses. Namun, dukungan dari produser Sunil Soraya dan sutradara Hadrah Daeng Ratu mendorongnya untuk melanjutkan. “Jujur ini adalah salah satu karakter yang sangat berat buat aku,” ungkap Yunita. Proses pengembangan karakter Yuli pun melibatkan kolaborasi intensif dengan Hadrah untuk memaksimalkan karakter tersebut.
Untuk mendalami perannya, Yunita melakukan riset mendalam, yang mencakup menonton berbagai film dengan karakter perempuan yang mengalami perubahan ekstrem. Ia juga menerapkan metode jurnaling, yang dinilainya sangat membantu dalam menggali emosi karakter Yuli. “Journaling lumayan ngebantu, jadi reminder trauma-trauma apa yang Yuli alami sampai dia bisa berpikir sejauh itu,” jelasnya.
Perubahan Emosional yang Menghancurkan
Salah satu aspek yang paling menyentuh bagi Yunita adalah bagaimana sakit hati bisa mengubah seseorang. “Aku dapatkan bahwa rasa sakit hati bisa membuat orang berubah jadi monster. Dan itu menurut aku sangat manusiawi,” ujarnya. Hal ini menunjukkan kenyataan bahwa banyak orang mungkin bisa memahami atau bahkan membenarkan tindakan karakter Yuli, terutama ketika luka yang dialaminya melibatkan orang-orang terkasih.
Film Kitab Sijjin dan Illiyyin, yang dijadwalkan tayang pada 17 Juli 2025, menjanjikan pengalaman teror emosional dan psikologis yang berbeda dibandingkan dengan film horor lainnya. Perjalanan karakter Yuli diyakini menjadi salah satu kekuatan utama dalam cerita ini, memberikan penonton pandangan yang dalam tentang bagaimana trauma dapat membentuk perilaku seseorang.
Pentingnya Karakter dalam Sinema
Karakter dalam film seringkali lebih dari sekadar representasi. Mereka mencerminkan berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk luka dan proses penyembuhannya. Melalui peran Yuli, Yunita tidak hanya mengeksplorasi sisi gelap dari emosi, tetapi juga menggugah empati dan pemahaman penonton terhadap proses tersebut.
Dalam dunia perfilman, penempatan karakter yang kuat dan kompleks menjadi kunci dalam menarik perhatian penonton. Karakter Yuli dalam Kitab Sijjin dan Illiyyin diharapkan mampu menyampaikan pesan bahwa setiap tindakan memiliki latar belakang emosi yang mendasari.
Tanggapan dan Harapan untuk Film
Dalam industri film Indonesia yang terus berkembang, kehadiran film dengan karakter yang mendalam seperti Yuli diharapkan dapat mengangkat standar sinema domestik. Yunita menekankan bahwa penonton akan disajikan dengan pengalaman yang tidak hanya sekadar menakut-nakuti, tetapi juga menggugah pemikiran tentang keadaan emosional manusia.
Dengan memadukan elemen horor dan psikologis, Kitab Sijjin dan Illiyyin berpotensi menjadi salah satu film yang akan dibicarakan banyak orang ketika dirilis nanti. Dukungan dan kolaborasi yang solid antara Yunita, sutradara, dan produser memberikan harapan bahwa film ini akan meninggalkan dampak yang mendalam pada penontonnya.
Setiap elemen dalam film ini, mulai dari penulisan skenario hingga akting, ditujukan untuk menciptakan pengalaman sinematik yang kaya akan emosi. Penonton diajak untuk memahami kompleksitas karakter dan mengapa setiap tindakan atau keputusan yang diambil oleh Yuli bisa dianggap sebagai hasil dari perjalanan panjang yang penuh dengan luka batin.





