DJ Bravy menyatakan kesiapannya untuk menjadi ayah bagi anak yang sedang dikandung oleh Erika Carlina, meski janin tersebut adalah anak dari DJ Panda, mantan kekasih Erika. Hal ini diungkapkan Bravy dalam sebuah statement yang mengejutkan publik. Menurutnya, walau anak itu bukan darah dagingnya, ia menganggap layak untuk menerima tanggung jawab tersebut, mengingat situasi yang dihadapi oleh pasangan barunya. “Kalau cewek yang gue suka dan cinta lagi hamil, kayaknya gue harus nerima semuanya deh sama dunia-dunianya juga,” ujarnya di kanal YouTube Deddy Corbuzier.
Hubungan antara Erika Carlina dan DJ Panda diketahui telah berakhir sebelum kehamilan ini, yang menambah kompleksitas situasi. Bravy mengakui adanya sejarah buruk antara dirinya dan DJ Panda, tetapi ia menyatakan bahwa hubungan pribadi mereka tidak seharusnya mempengaruhi keputusannya terhadap anak yang sedang dikandung. Ia merasa bahwa ketidakberdayaan anak tidak boleh menjadi alasan untuk memperlakukan mereka dengan buruk. “Gue mikir, pertama itu anak nggak pantas buat gue treat kayak gitu karena dia nggak salah apa-apa,” jelas Bravy.
Pengalaman pribadi Bravy juga ikut membentuk pandangannya tentang peran orang tua. Dia mengungkapkan bahwa ia dibesarkan oleh ibunya setelah orang tuanya bercerai saat ia masih kecil, dan ayahnya pergi tanpa ada tanggung jawab. Dari pengalaman tersebut, Bravy merasakan empati yang mendalam terhadap Erika yang memilih untuk mempertahankan anak meskipun menghadapi tantangan besar. “Waktu gue pertama ngelihat Erika, gue kayak ngelihat ibu gue,” katanya dengan penuh rasa hormat.
Keputusan Erika untuk melanjutkan kehamilan ini menunjukkan kekuatan dan keberanian luar biasa, dan Bravy mencerminkan rasa hormat yang tinggi terhadap pilihan tersebut. Ia menghargai komitmen Erika sebagai single parent yang berani mengambil langkah besar dalam hidupnya, menyerahkan semua tanggung jawab kepada diri sendiri tanpa memedulikan siapa yang akan mendukungnya di masa depan.
Bravy juga menekankan bahwa makna dari menjadi seorang ayah bukan hanya sekadar memberikan sperma, tetapi juga tentang mendidik dan membesarkan anak. Ia berharap dapat memberi dampak positif bagi kehidupan anak tersebut dan berjanji akan berusaha menjadi figur ayah yang dapat diandalkan. “Kalau ayah bagi gue, bukan yang nanam benihnya doang tapi yang membesarkan dengan baik,” tegasnya.
Ketika ditanya tentang perasaannya menjelang momen menjadi seorang ayah untuk pertama kali, Bravy mengekspresikan campuran perasaan baik dan cemas. Ia sadar bahwa menjadi orang tua adalah tugas yang penuh tanggung jawab. Sehingga, dia bertekad untuk memberikan kasih sayang yang seutuhnya, berfokus pada pendidikan dan kebahagiaan anak, bukan hanya dari segi biologis.
Sementara itu, Erika Carlina sendiri tidak terlibat dalam masalah ini tanpa memberikan penjelasan. Ia sudah berkomitmen untuk menghadapi tantangan ini sendirian dan berusaha untuk tidak terpengaruh oleh tanggapan masyarakat serta tuduhan yang mungkin timbul. Dalam situasi yang rumit ini, dukungan dari DJ Bravy memberikan secercah harapan bagi banyak orang yang mengikuti kisah mereka.
Dengan semakin dekatnya waktu kelahiran anak tersebut, publik tentunya akan mengikuti perkembangan mereka dan bagaimana Bravy akan menjalani perannya baru sebagai figur ayah yang betul-betul peduli. Dukungan moral dan emosional dari Bravy menjadi kunci dalam situasi ini, dan semoga semuanya berjalan lancar bagi Erika dan anaknya ke depannya.





