DJ Panda, atau Giovanni Surya Saputra, mengakui telah melakukan pengancaman terhadap artis Erika Carlina yang saat ini sedang mengandung. Dalam sebuah podcast yang dipandu Denny Sumargo, DJ Panda menjelaskan bahwa tindakan tersebut muncul dari perasaan sakit hati dan cemburu terhadap Erika.
DJ Panda mengungkapkan bahwa ia merasa sakit hati akibat perlakuan Erika selama mereka menjalin hubungan. Dalam wawancaranya, ia menyebutkan bahwa ada tiga momen khusus yang membuatnya terluka. Momen pertama terjadi ketika Erika menyinggung perasaannya dengan ucapan yang menyakitkan saat mereka sedang bersiap untuk bepergian. “Erika bilang ‘Kamu tahu enggak lagi jalan sama siapa?’ Di situ saya sakit hati,” ungkapnya. Dia mencoba untuk berpikir positif dengan mengaitkan perilaku Erika kepada perubahan hormonal selama kehamilan.
Di momen kedua, DJ Panda merasa sakit hati kembali setelah mengambil cincin pernikahan yang sudah dipesan. Sesampainya di rumah, Erika mengungkapkan rasa tidak ingin melanjutkan hubungan mereka, yang membuatnya semakin emosional. “Dia bilang sudah kamu diam saja, kalau perlu anak ini enggak perlu tahu bapaknya siapa,” jelasnya.
Perasaan sakit yang dialaminya semakin dalam saat ia mengetahui bahwa Erika menjalin hubungan dengan DJ Bravy. “Saya sakit hati melihat dia sama Bravy,” katanya. Sebagai reaksi terhadap rasa sakit tersebut, DJ Panda mengambil keputusan untuk menjalin hubungan dengan wanita lain sebagai bentuk pelarian. “Saya jalan sama cewek lain itu benar, karena untuk membuat Erika malu,” akunya.
DJ Panda menegaskan bahwa meskipun ada perasaan sakit dan cemburu, ia tetap sayang kepada Erika dan anak yang dikandungnya. “Saya sayang sama dua-duanya,” tuturnya. Namun, rasa sakit dan emosinya membawanya pada tindakan menyebarkan data pribadi tentang hasil USG kehamilan Erika yang didapat melalui grup WhatsApp.
“Saya share di grup WA karena saya sakit hati. Foto USG itu saat kehamilan Erika 12 minggu 4 hari, kami cek di rumah sakit pada 3 Februari 2025,” lanjutnya. Pengakuan ini menunjukkan bahwa DJ Panda mulai menyadari dampak dari tindakannya, meskipun awalnya ia merasa terpaksa melakukan hal tersebut karena emosi yang menguasainya.
Kini, dengan semua pernyataan ini, situasi antara DJ Panda dan Erika Carlina menjadi sorotan publik. Kasus ini menunjukkan bagaimana emosi negatif, seperti cemburu dan sakit hati, bisa memicu tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Ketika publik mulai memberikan perhatian lebih pada dinamika hubungan mereka, harapan muncul agar keduanya dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan cara yang lebih baik, terutama untuk kepentingan anak yang akan lahir.
Terlepas dari situasi yang terjadi, baik DJ Panda maupun Erika Carlina kini berhadapan dengan masalah yang memerlukan introspeksi dan komunikasi yang jujur. Seiring berjalannya waktu, diharapkan mereka dapat menemukan solusi untuk mengatasi masalah ini demi kebaikan semua pihak yang terlibat.





