Dahlia Poland Bicara Soal Anak: ‘Kenapa Mamah Gak Tinggal Sama Papah Lagi?’

Dahlia Poland, aktris yang menjadi sorotan publik setelah menggugat cerai suaminya, Fandy Christian, menghadapi pertanyaan sulit dari anak-anaknya terkait perpisahan mereka. Setelah hampir sepuluh tahun menjalani kehidupan bersama, Dahlia mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Badung, Bali pada 28 Juli 2025. Keputusan tersebut mengejutkan banyak pihak, termasuk keluarganya dan penggemarnya.

Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di YouTube Mantra News, Dahlia mengungkapkan bagaimana ketiga anaknya, yang masih di bawah umur, merespons situasi keluarga mereka. Ia menyebutkan bahwa anak-anaknya sudah memahami kondisi rumah tangga mereka meskipun masih kecil. “Mereka mengerti kondisi tanpa perlu aku ngomong, mereka tau,” ungkapnya. Penjelasan tersebut mencerminkan kedewasaan yang luar biasa dari anak-anak tersebut.

Dahlia mengisahkan pengalaman ketika ia berpamitan kepada anak-anaknya sebelum pergi. Dalam momen tersebut, anak-anaknya meminta untuk tetap bermain dan menikmati waktu bersamanya. Ia menjelaskan kepada mereka bahwa harus meninggalkan sementara, namun berjanji untuk mencari rumah yang dekat agar tetap bisa bertemu. Pengakuan ini menunjukkan ikatan emosional yang kuat antara Dahlia dan anak-anaknya, meskipun ada pergeseran besar dalam dinamika keluarga mereka.

Menghadapi Pertanyaan Sulit

Dalam menghadapi pertanyaan dari anak-anaknya, seperti “kenapa mamah tidak tinggal sama papah lagi?”, Dahlia mengaku telah bersiap untuk menjelaskan keadaan. Ia berencana melakukannya secara bertahap, memberikan penjelasan kepada mereka sesuai dengan pemahaman mereka. “Aku udah sesiap itu sih, ketika seandainya mereka nanya. Jadi aku jelasin pelan-pelan ya nanti mamah ke sini,” katanya. Langkah ini menunjukkan bahwa ia menghargai kebutuhan anak-anaknya untuk memahami perubahan yang terjadi dalam hidup mereka.

Dahlia menekankan pentingnya adaptasi bagi anak-anak dengan kondisi baru ini. Jalan yang harus dilewati bersama anak-anak menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan emosi mereka. Ia berusaha memberikan struktur dan keamanan pada anak-anaknya di tengah situasi yang sulit.

Dukungan Keluarga

Dalam proses perceraian ini, Dahlia tidak hanya berjuang sendiri; ia juga mendapati dukungan dari keluarganya. Dukungan ini menjadi landasan emosional bagi Dahlia untuk mengambil keputusan dalam hidupnya. “Aku seberuntung itu urusan anak ya. Mereka baik banget,” imbuhnya. Dukungan ini sangat krusial, terutama saat seorang ibu harus menghadapi tantangan besar dalam memelihara hubungan baik dengan anak-anaknya di tengah perceraian.

Hingga saat ini, Dahlia dan Fandy direncanakan akan menjalani sidang perdana perceraian pada 12 Agustus 2025. Meskipun ada rasa sakit yang terkait dengan perceraian, Dahlia menunjukkan sikap optimis dengan berfokus pada kesejahteraan anak-anak mereka. Selain itu, pengalamannya selama hampir satu dekade pernikahan dengan Fandy akan menjadi pelajaran berharga baginya dan anak-anaknya ke depan.

Dengan berani membuka diri dalam situasi sulit ini, Dahlia Poland memberikan contoh tentang penerimaan dan kejujuran kepada anak-anak saat berubahnya kehidupan mereka. Ia menunjukkan bahwa meskipun perpisahan mungkin sulit, komunikasi yang baik dan transparansi adalah kunci untuk mengatasi perubahan tersebut. Keberaniannya dalam menggugurkan stigma seputar perceraian di kalangan publik patut dicontoh, terutama dalam konteks menjaga hubungan yang baik bagi anak-anak.

Terkait