Karya Seni Ranting Pohon Menang di MR D.I.Y Indonesia Art Competition 2025

Perupa asal Magelang, Jawa Tengah, Aidi Yupri, berhasil keluar sebagai juara utama dalam MR D.I.Y Indonesia Art Competition 2025 melalui karya seni yang unik berjudul “Rakit Rekat Nusantara.” Karya yang terbuat dari ranting pohon ini tidak hanya mempesona secara visual, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang pemanfaatan bahan-bahan alami yang sering dianggap remeh. Aidi pun meraih hadiah sebesar Rp100 juta berkat kreatifitasnya yang luar biasa dalam menciptakan bentuk perahu dari susunan potongan ranting.

Karya Aidi mencerminkan tekad untuk mengubah material sederhana menjadi sesuatu yang indah dan bernilai seni. “Dalam waktu kurang lebih satu bulan setelah kompetisi ditutup, kami melewati proses penilaian dalam tiga tahap dengan mempertimbangkan empat kriteria utama,” ungkap R.E. Hartanto, juri sekaligus seniman, saat acara pengumuman pemenang. Kriteria tersebut mencakup relevansi dengan tema, konsep dan narasi, kreativitas, serta aspek teknis dan visual. Penilaian yang hati-hati tersebut menghasilkan hasil yang memikat, di mana para finalis menunjukkan kualitas luar biasa dalam menafsirkan tema “Identitas & Keberagaman” secara personal.

Selain Aidi, dua karya lainnya juga mendapatkan penghargaan. Andita Purnama berhasil membawa pulang Judges Awards dengan karya instalasi berjudul “Babad Tanah Leluhur: Wasiat Bunga Kencana Wungu,” yang memanfaatkan pita kaset untuk menciptakan visual bunga kencana yang besar. Ia menerima hadiah sebesar Rp75 juta. Sementara itu, Dona Prawita Arissuta mendapatkan President Director Awards berkat lukisannya yang berjudul “We’ve Not Just Been Extremely Fortunate,” yang menggambarkan keberagaman bangsa dengan metafora visual yang kuat dan simbol-simbol budaya, meraih hadiah sebesar Rp35 juta.

Ketiga karya peraih penghargaan ini adalah bagian dari 2.300 karya yang didaftarkan oleh sekitar 1.600 peserta. Dengan jumlah yang signifikan, kompetisi ini menunjukkan minat dan semangat yang luar biasa di kalangan seniman Indonesia. Edwin Cheah, Direktur Utama MR D.I.Y, mengapresiasi respon positif masyarakat terhadap ajang ini. “Kami sangat berterima kasih atas antusiasme dan semangat masyarakat Indonesia terhadap MR D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ribuan karya yang diterima menunjukkan seni sebagai medium untuk mengekspresikan keberagaman dan mempererat kebersamaan.

Tak hanya sekadar mengumumkan pemenang, MR D.I.Y juga berkomitmen untuk memberikan eksposur kepada para finalis. Art Exhibition diadakan dari 6 hingga 17 Agustus 2025 di Toko Flagship MR D.I.Y di Lotte Mall, Jakarta. Pameran ini menampilkan 20 karya terbaik dari seluruh peserta, yang dapat dinikmati secara gratis oleh pengunjung. Langkah ini menjadi wadah bagi seniman untuk menampilkan karya-karya mereka kepada publik lebih luas.

Dalam dunia seni yang terus berevolusi, pengakuan terhadap karya-karya yang memanfaatkan material alami seperti ranting pohon ini menjadi penting, baik untuk menciptakan kesadaran akan keberlanjutan maupun untuk mempromosikan kreativitas yang berbasis pada potensi lokal. Aidi Yupri, melalui karyanya “Rakit Rekat Nusantara,” tidak hanya mengangkat nama, tetapi juga menyampaikan pesan yang relevan tentang identitas dan keberagaman yang merangkum kekayaan budaya Indonesia. Karya seni semacam ini mengingatkan kita akan kekuatan seni dalam menciptakan dialog serta hubungan antarbudaya di tengah kemajuan zaman.

Terkait